Komnas HAM Desak Evaluasi Polda Jateng Terkait Penggerebekan Pesantren Putri
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam pembukaan ASEAN Rural Culture Expo di Tebing Breksi, Sleman, Rabu (27/7/2023). - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa pemanfaatan dana desa sejak tahun 2015–2023, berhasil meningkatkan kualitas hidup warga dan memajukan pembangunan desa.
Menurut menteri yang akrab disapa Gus Halim itu, keberhasilan pemanfaatan dana desa itu dapat dilihat dari sejumlah capaian, seperti pembangunan 350.777 kilometer jalan desa hingga 1.742.886 sarana air bersih.
"Capaian output, yaitu 350.777 kilometer jalan desa, 6.706 embung, 603.348 unit irigasi, 33.897 unit sarana olahraga, 536.907 unit MCK, dan 1.742.886 sarana air bersih,” kata Gus Halim, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.
Hal tersebut dia sampaikan dalam Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pendataan Desa bagi Pendamping Desa di Jakarta, Selasa (27/8).
Dalam kesempatan yang sama, Gus Halim mengatakan bahwa capaian-capaian itu juga menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa. Pemanfaatan desa, senantiasa diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta pemerataan kesejahteraan di Indonesia.
BACA JUGA: Realiasi Dana Desa di DIY Triwulan Pertama 2024 Tumbuh 39,52 Persen
Di penghujung masa jabatannya, Gus Halim mengingatkan pentingnya mengukur kemajuan desa melalui berbagai indikator yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup, ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.
“Indeks Desa harus menjadi sebuah jawaban, alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian di suatu desa. Itulah pentingnya acara sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) ini,” ujar dia.
Lalu, dalam kegiatan bimtek itu, Gus Halim juga menyampaikan permintaan maaf kepada peserta dan jajaran Kemendes PDTT yang hadir, apabila ia pernah membuat kesalahan selama menjabat sebagai Mendes PDTT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.
Hujan sedang hingga deras memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
BPS mencatat pengeluaran wisman mencapai Rp24,74 juta per kunjungan pada triwulan III/2026, naik 5,95% secara tahunan.