Pantura Jawa Terancam Turun Dua Meter, Giant Sea Wall Jadi Prioritas
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa terus dimatangkan untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah serta melindungi pusat ekonomi nasional.
Petugas memeriksa kondisi jalan tol yang amblas di ruas tol Bocimi KM 64, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/4/2024). Jalan tol Bocimi KM 64 yang amblas pada Rabu (3/4/2024) malam tersebut mengakibatkan satu mobil dan dua orang terperosok dan arus lalu lintas dari Jakarta menuju Sukabumi dialihkan ke pintu keluar tol Cigombong. - Antara - Henry Purba
Harianogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan konstruksi penanganan permanen Jalan Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi (Bocimi) selesai akhir tahun ini.
Mengutip informasi yang dibagikan Direktorat Jenderal Bina Marga dalam akun Instagram resminya, perbaikan permanen Tol Bocimi ditargetkan rampung sebelum momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan perbaikan permanen jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi [Bocimi] selesai akhir tahun 2024 yakni sebelum libur Nataru," tulis Bina Marga, dikutip Jumat (7/6/2024).
Sebagaimana diketahui, Jalan Tol Bocimi KM 62 arah Sukabumi sempat mengalami longsor yang cukup dalam pada April 2024. Insiden tersebut hingga berdampak pada lajur 1 mainroad Tol Bocimi.
BACA JUGA: Tol Bocimi Longsor, Satu Mobil Dilaporkan Masuk ke Jurang
Merampungkan hal itu, terdapat dua alternatif penanganan permanen pada Jalan Tol Bocimi yang terkena longsor. Pertama, yakni melakukan pemasangan soldier pile sepanjang 60 meter dengan waktu pemasangan 4 bulan.
Kedua, melakukan pembuatan jembatan berukuran 2x25 meter dengan waktu pelaksanaan selama 5 bulan.
Dengan demikian, penanganan permanen Tol Bocimi pasca-longsor dipastikan dapat dikebut rampung bulan ini.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw menjelaskan bahwa perbaikan permanen Tol Bocimi butuh segera untuk dituntaskan. Pasalnya, Tol Bocimi menjadi salah satu Jalan Tol yang memiliki nilai fungsi tinggi bagi guna mengurai kemacetan di Jalan Nasional.
"Kami tahu betul tol ini sangat diharapkan oleh masyarakat karena memang banyak kemacetan di jalan nasional menuju Sukabumi jadi tol ini sangat bermanfaat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa terus dimatangkan untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah serta melindungi pusat ekonomi nasional.
Persib Bandung kembali kena sanksi larangan registrasi pemain FIFA selama 3 periode terkait kasus mantan pelatih Robert Alberts. Manajemen janji selesaikan.
The Odyssey resmi jadi film terlaris Christopher Nolan dengan Rp19,6 triliun. Kalahkan Dark Knight Rises, pecahkan rekor IMAX, dan siap tayang di China
Jeff Bezos dan Eduardo Saverin selangkah lagi membeli 30% saham Liverpool senilai £4,4 miliar. Konsorsium Amit Bhatia ini akan jadi investasi terbesar di sepak
Kisah Omar Abdulkadir Artan, wasit Somalia yang ditolak AS untuk Piala Dunia 2026, kini mencetak sejarah memimpin Piala Super Eropa PSG vs Aston Villa.
Pecco Bagnaia gagal finish di MotoGP Inggris 2026 karena kehilangan grip ban depan secara misterius, sementara pembalap Ducati lainnya justru cepat.