Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Pangeran William dan Pangeran Harry
Harianjogja.com, SOLO - Pangeran Harry kembali curhat tentang perlakuan berbeda istana Inggris terhadap dirinya dan sang kakak, Pangeran William.
Dalam memoar terbaru yang berjudul Spare, Pangeran Harry mengatakan jika dia diperlakukan secara tidak adil, bahkan mulai dari rumah yang diberikan istana kepada keduanya.
BACA JUGA : Buku Pangeran Harry Kisahkan Dirinya Diserang
Laporan Daily Mail menyebut jika Harry iri terhadap kemewahan hunian yang diberikan Pangeran William dan Kate yang tinggal di apartemen Istana Kensington.
Kemegahan di hunian tersebut jauh berbeda dengan apa yang diberikan kepadanya dan Megan Markle. Disebutkan jika Harry dan Meghan Markle bekerja sejak dini di sebuah pondok sempit dengan perabotan Ikea.
Pangeran Harry juga menyebut jika rumah pertamanya dengan Meghan, Nottingham Cottage, jauh berbeda dari "Apartemen 1A" William dan Kate yang mewah, meskipun keduanya berada di tanah Istana Kensington.
“Wallpaper, trim langit-langit, rak buku kenari yang dipenuhi dengan volume warna damai, karya seni yang tak ternilai harganya. Agung. Seperti museum,” tulisnya tentang penggalian Pangeran William.
BACA JUGA : Pangeran Harry Sempat Meminta Ayahnya Tidak Menikahi
Sebaliknya, Nottingham Cottage, atau "Nott Cott," tempat Harry dan Meghan memulai kehidupan pernikahan, adalah rumah sederhana dengan dua kamar tidur.
“Kami mengucapkan selamat kepada mereka atas renovasi tanpa menahan pujian sambil merasa malu dengan lampu IKEA kami dan sofa bekas yang baru saja kami beli dengan kartu kredit Meg di sofa.com.”
Apartemen 1A dikatakan memiliki 20 kamar, dan telah lama menjadi markas William dan Kate di London. Rumah itu direnovasi dengan uang pajak 5 juta dollar pada tahun 2016.
Akan tetapi Harry mengaku dia dan Megan harus membayar sendiri perlengkapan dan perabotannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.
Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan orang superkaya tercepat di dunia, dari 3.833 menjadi 6.966 orang pada 2031.
Thomas Tuchel meminta Inggris move on dari Piala Dunia setelah tampil impresif di Nations League dan menang 3-0 atas Ceko.
Memasuki usia 270 tahun, Kota Jogja perlu menjaga karakter, budaya, dan kesahajaan masyarakat sebagai identitas di tengah perkembangan dan modernisasi kota.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Syahganda Nainggolan mengklarifikasi video lama yang kembali beredar dan menegaskan rekaman dibuat sebelum dirinya masuk pemerintahan.