Krisis Migran Ceuta, Penampungan Penuh dan 1.100 Anak Terlantar
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Ketua Umum Perindo Hary Tanoe didampingi Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti. /Ist .
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo alias HT meluncurkan Akademi Perindo pada Selasa (27/9/2022). Lewat akademi ini para politisi akan digembleng agar memiliki kualitas dan mampu berkontribusi untuk negara.
Salah satu politikus Perindo, Yuni Astuti mengungkap alasan pembentukan akademi tersebut adalah untuk mendidik kader agar mencetak politikus yang berkualitas. Melalui akademi tersebut telah disiapkan sejumlah instrumen untuk proses pendidikan kader agar meningkatkan kemampuan sebagai politikus.
"Jadi Pak Hary Tanoe berkeinginan agar kader-kader bisa meningkatkan kualitasnya dan paham politik sehingga bisa mengikuti alur politik dengan benar," kata Yuni Astuti lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2022).
Baca juga: DIY Peroleh Hadiah Rp10 Miliar, Digunakan untuk Pemulihan Ekonomi
Melalui wadah itu diharapkan nantinya hanya melahirkan sosok politikus yang berkualitas dan paham ketatanegaraan. Mengingat saat ini memang banyak lahir politikus namun masih sedikit yang mampu menjadi sosok negarawan. Di mana sosok yang menjunjung tinggi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas ambisi pribadi, kepentingan golongan maupun kelompok. Serta menjunjung nilai-nilai persatuan Indonesia dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.
"Terutama sosok yang menjunjung tinggi moralitas, etika dan integritas dibandingkan politik transaksional yang menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan," ujar Ketua DPW Perindo DIY ini.
Keberadaan wadah tersebut membuka peluang bagi kader daerah untuk mengikuti. Oleh karena itu ia memastikan DPW Perindo DIY menyambut baik keberadaan akademi tersebut dan siap mengirimkan kader untuk mengikuti proses pendidikan.
"Kami ingin melahirkan sosok politikus inspiratif di daerah, seperti ketua umum kami yang masih bersedia memikirkan kondisi bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Bandung dan Jakarta siap menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 pada 23 September-3 Oktober dengan SUGBK dan Si Jalak Harupat.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
Pemkab Sleman menjamin biaya pengobatan enam korban tembok sekolah ambruk. Pembiayaan menggunakan JPS hingga Bapel Jamkesos.
Rupiah menguat ke Rp17.795 per dolar AS. IKK Juli 2026 masih optimistis meski turun tiga bulan beruntun.