Saat Barisan Pelajar DIY Diuji Terik dan Ketahanan di Mandala Krida
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Ganjar Pranowo./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Penantian panjang warga Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar memiliki SMA Negeri terbayar tuntas.
Pada Rabu (15/6/2022), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah meresmikan SMAN Tawangmangu sebagai sekolah negeri pertama di kaki Gunung Lawu itu.
Tak hanya peresmian, hari itu juga langsung dibuka pendaftaran peserta didik baru. Sebanyak 108 siswa nantinya akan ditampung di sekolah itu sekaligus menjadi siswa pertama.
"Alhamdulillah senang rasanya, sudah ada sekolah dekat rumah. Jadi biayanya ndak keluar banyak-banyak untuk ke sekolah," kata Hellen,15, salah satu siswa yang mendaftar sekolah di SMAN Tawangmangu.
BACA JUGA: Fokus Kembangkan UMKM, Ganjar Pranowo Luncurkan lapakjateng.id
Jika diterima, Hellen adalah siswa pertama yang sekolah di tempat itu. Ia merasakan senang sekaligus bangga, karena impiannya bisa sekolah negeri tercapai.
"Kalau dulu susah nyari sekolah negeri, karena jauh adanya di Karangpandan. Di sini tidak masuk zonasi, jadi jarang diterima. Dulu kakak-kakak saya ya kebanyakan sekolahnya swasta, kan biayanya cukup mahal," terangnya.
Tak hanya siswa, kebahagiaan adanya sekolah SMAN Tawangmangu juga dirasakan oleh orang tua. Mereka kini tak kebingungan lagi, ketika mencarikan sekolah SMA untuk anaknya.
"Alhamdulillah, jadi anak-anak bisa belajar lebih dekat. Selain ngirit biaya, keselamatan anak-anak juga terjamin," kata Hartini,52, orang tua siswa.
Hartini mengatakan, selama ini anak-anak Tawangmangu harus ke Karangpandan jika ingin melanjutkan sekolah negeri. Itupun tidak semua diterima, karena daerah Tawangmangu tidak masuk zonasi.
"Jadi susah keterimanya di negeri. Kalau di sini, sudah pasti diterima karena dekat sekali dengan rumah," terangnya.
BACA JUGA: Nostalgia Penumpang Bus Jogja-Solo, BMC: Bus Kalah dengan Motor hingga Kereta
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, sejak dulu warga di sekitar Tawangmangu kesulitan mencari sekolah SMA Negeri. Sebab di lokasi itu, tidak ada sekolah negeri dan anak-anak tidak bisa mengakses sekolah negeri yang ada di Karangpandan karena terhambat zonasi.
"Maka kita hari ini senang, bisa meresmikan SMAN Tawangmangu ini. Mudah-mudahan sekolah ini nanti akan melahirkan anak-anak hebat dan berintegritas," ucapnya.
Selain di Tawangmangu, Ganjar juga sedang mengebut pembangunan SMA Negeri di daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, SMA Negeri di salah satu daerah di Banyumas akan dibangun.
"Ada di Banyumas sedang disiapkan, ada juga di beberapa daerah yang memang tidak memiliki SMA Negeri akan segera kita bangun," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.