5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Ilustrasi bus /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SOLO--Meredupnya bus rute Jogja-Solo beberapa tahun terakhir disayangkan Bismania Community (BMC) Soloraya.
Padahal, bus trayek tersebut dulu pernah ramai penumpang, bahkan beberapa perusahaan otobus (PO) memiliki jam pemberangkatan yang rapat, yakni beberapa menit saja.
Namun kondisi itu berubah seiring kemudahan orang memiliki sepeda motor dengan sistem kredit. Dengan sistem kredit, sepeda motor semakin terjangkau bagi masyarakat. Orang ramai-ramai membeli sepeda motor untuk melakukan perjalanan hingga bus perlahan-lahan ditinggalkan.
“Gara-gara kredit motor orang lebih gampang. Misal ke Jogja naik bus buat kerja lalu beralih naik motor dari Solo ke Jogja. Seperti halnya bus-bus kecil Soloraya. Dulu ada Tulus Rapi Boyolali-Solo. Bus Nusa dan bus Wahyu Sukoharjo,” kata Ketua BMC Soloraya Arga Kusuma Senna kepada Solopos.com-jaringan harianjogja.com, Selasa (4/5/2022).
BACA JUGA: Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Partisipasi Pemilih Diharapkan Meningkat
Menurutnya, kehadiran Kereta api (KA) Prambanan Ekspres alias Prameks kemudian kereta rel listrik (KRL) kian mengalahkan moda transportasi khususnya bus bumel yang melayani trayek Solo-Jogja. Selain itu, lanjutnya, bus tersebut juga pernah mendapatkan persaingan dari bus jurusan Surabaya-Jogja yang mengambil banyak penumpang.
Namun kemudian ada aturan bus jurusan Surabaya-Jogja hanya boleh menaikkan penumpang di terminal. “Saya pribadi naik bus, ada bus pilihan. Bus jurusan Surabaya satu jam sampai. Bus Jogja-Solo sampai Kerten berhenti, Kartasura ngetem, di Panggung Klaten juga bisa 2,5 jam lebih,” ujarnya.
Penumpang Setia
Arga mengatakan masih ada kalangan penumpang setia bus meteran/bus trayek pendek Solo-Jogja, antara lain kalangan ibu-ibu bakulan (pedagang pasar). Arga sendiri mengaku lebih memilih naik bus jurusan Surabaya-Jogja meskipun harus ke terminal.
Hal ini dilakukan supaya mendapatkan waktu tempuh yang lebih singkat. Untuk itu, ia memberikan saran kepada perusahaan otobus jurusan Solo-Jogja untuk lebih mempercepat waktu tempuhnya. Misalnya begitu dapat penumpang langsung jalan.
Menurut Arga, waktu tempuh sangat berpengaruh terhadap pertimbangan penumpang memilih moda transportasi umum. Hal senada disampaikan Kukuh SW, 24, yang lebih memilih KRL ketimbang bus Solo-Jogja karena pertimbangan waktu tempuh yang lebih pendek.
Selain itu, tarif menjadi pertimbangan lain. “Pertama dari segi waktu dan biaya. KRL kan kurang lebih cuma sejam, biaya hanya Rp8.000,” jelasnya saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (9/6/2022).
Pria asal Kabupaten Batang yang tinggal di Solo tersebut bekerja di industri media yang berpusat di Yogyakarta. Karenanya ia kerap menggunakan KRL saat ia menuju Yogyakarta.
Dia menambahkan jadwal keberangkatan dan kedatangan KRL lebih jelas dan tak banyak berubah. Sementara bus cenderung tak ada jadwal keberangkatan dan kedatangan yang pasti.
Terkena Macet
“Kalau bus saya dari Yogyakarta kayaknya harus ke Giwangan dulu. Enggak tahu juga jam-jamnya berapa saja. Kalau ada ya berangkat, kalau enggak ada ya ngetem [menunggu keberangkatan] dulu,” tuturnya.
Marshella, warga Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, juga menjadikan waktu tempuh sebagai alasan memilih KRL ketimbang bus Solo-Jogja. Tak hanya waktu tempuh saja, tidak terkena macet saat melakukan perjalanan menggunakan KRL juga masuk dalam beberapa alasannya.
“Nek dari aku mending KRL, selain karena aku mabukan kan, lebih efektif dan nyaman aja. Engga panas, enggak macet, banyak lah pertimbangan milih KRL,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman perjalanan yang Solopos.com lakukan pada Kamis-Jumat (9-10/6/2022) lalu, soal tarif, kenyamanan, dan kecepatan, KRL jelas lebih unggul dibandingkan bus. Sekali perjalanan, penumpang KRL cukup membayar Rp8.000.
Sedangkan tarif bus ekonomi jurusan Solo-Jogja berkisar Rp10.000-Rp20.000 tergantung tujuan akhirnya. Bus patas jurusan Yogyakarta-Solo bahkan lebih mahal lagi yakni di kisaran Rp25.000.
KRL Solo-Jogja hanya membutuhkan waktu kurang lebih 68 menit atau 1 jam 8 menit dengan 11 titik pemberhentian. Sedangkan bus bisa lebih dari dua jam tergantung kondisi arus lalu lintas.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com berjudul "Bus Solo-Jogja Kian Redup, Bismania Community: Kuncinya Waktu Tempuh".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.
Program MBG dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.