Dipandang Diskriminatif, Nama Penyakit Cacar Monyet Bakal Diganti

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Selasa, 14 Juni 2022 08:07 WIB
Dipandang Diskriminatif, Nama Penyakit Cacar Monyet Bakal Diganti

WHO akan mengganti nama Cacar Monyet karena adanya anggapan stigma/BBC

Harianjogja.com, JAKARTA -  Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mempertimbangkan mengganti nama virus cacar  monyet untuk meminimalkan stigma, menyusul adanya lebih dari 30 ilmuwan internasional mengatakan label cacar monyet itu diskriminatif.

Saat ini, WHO dikabarkan sedang berkonsultasi dengan para ahli di orthopoxviruses untuk mengganti nama cacar monyet dengan nama yang lebih tepat, kata seorang juru bicara dilansir dari Gulf News. 

Lebih dari 30 ilmuwan internasional mengatakan pekan lalu bahwa label cacar monyet itu diskriminatif dan menstigmatisasi, dan ada kebutuhan "mendesak" untuk mengganti namanya. Nama saat ini tidak sesuai dengan pedoman WHO yang merekomendasikan untuk menghindari wilayah geografis dan nama hewan, kata seorang juru bicara.

Usulan tersebut menggemakan kontroversi serupa yang meletus ketika WHO bergerak cepat untuk mengganti nama SARS-CoV-2. Sumber hewan cacar monyet yang sebenarnya, yang telah ditemukan di berbagai mamalia, masih belum diketahui.

"Dalam konteks wabah global saat ini, referensi lanjutan, dan nomenklatur virus ini menjadi orang Afrika tidak hanya tidak akurat tetapi juga diskriminatif dan menstigmatisasi," kata kelompok ilmuwan itu dalam sebuah surat online.

BACA JUGA

Cacar monyet saat ini telah menginfeksi hampir 1.300 orang di lebih dari dua lusin negara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online