Cegah Anemia, Menteri PPPA Tekankan Skrining Sejak Kehamilan

Newswire
Newswire Minggu, 12 Juli 2026 10:27 WIB
Cegah Anemia, Menteri PPPA Tekankan Skrining Sejak Kehamilan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya pelaksanaan skrining dan deteksi dini anemia pada ibu hamil serta balita yang disertai edukasi gizi secara berkala. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.

Pernyataan itu disampaikan Arifah Fauzi saat menghadiri kegiatan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia untuk Generasi Sehat dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Jakarta, Minggu.

Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dalam Kandungan

Menurut Arifah, membangun generasi Indonesia yang unggul tidak hanya bergantung pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga harus diawali dengan pemenuhan kesehatan dan gizi sejak masa kehamilan.

"Menyiapkan generasi yang unggul tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dengan memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak anak atas kesehatan harus dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Prevalensi Anemia Masih Tinggi

Arifah menjelaskan, pemenuhan kebutuhan zat besi pada perempuan dan anak menjadi perhatian karena angka anemia di Indonesia masih cukup tinggi.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 27,7 persen, sedangkan pada balita sebesar 23,08 persen. Sementara itu, prevalensi anemia pada remaja putri tercatat 15,5 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani sejak dini karena anemia pada ibu hamil maupun anak berpotensi menghambat proses tumbuh kembang sekaligus berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

Skrining dan Edukasi Gizi Perlu Diperkuat

Untuk menekan risiko tersebut, Arifah menilai diperlukan intervensi yang dilakukan secara menyeluruh sejak dini.

Upaya itu meliputi skrining kesehatan, edukasi gizi bagi ibu dan keluarga, pembelajaran mengenai gizi seimbang bagi anak usia dini, serta penciptaan lingkungan yang sehat dan ramah anak agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal.

"Bagi KemenPPPA, pemenuhan hak anak dimulai, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Anak yang masih berada di dalam kandungan berhak memperoleh perlindungan, kesehatan, dan gizi yang optimal," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Ia menambahkan bahwa menjaga kesehatan ibu hamil, memastikan kecukupan gizi, serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko, termasuk anemia, merupakan bagian penting dalam melindungi anak sejak awal kehidupannya.

Sejalan dengan Kebijakan Perlindungan Anak

Arifah mengatakan langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan pemerintah dalam memperkuat pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online