Komdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Tangkapan layar seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru./Instagram @memomedsos.
Harianjogja.com, JOGJA—Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja Sri Sumarni secara tegas membela nilai-nilai toleransi dan mengutuk penendangan sesajen di Gunung Semeru beberapa waktu lalu oleh bekas mahasiswa kampus tersebut.
"Saya memang mengutuk keras perbuatan tersebut karena jauh dari nilai-nilai toleransi, nilai-nilai inklusivitas," kata Sri Sumarni, Kamis (13/1/2022).
BACA JUGA: Viral Pria Tendang Sesaji di Gunung Semeru, Ternyata Kuliah di Jogja
Sri menilai perbuatan tersebut secara jelas melukai masyarakat mengingat secara Indonesia sangat kaya akan adat kebudayaan.
Keberagaman adat dan budaya itu, kata Sri yang sudah seharusnya dijaga dan dihargai oleh semua masyarakat. Perbuatan itu justru mencederai nilai-nilai toleransi tersebut.
"Kita ini kan sangat beragam sehingga memang ya harus saling menghargai," terangnya.
“Kementerian Agama itu sudah membuat kebijakan moderasi beragama sehingga Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan mengutuk keras atas perbuatan itu.”
Ia memastikan bahwa perbuatan tersebut tidak pernah diajarkan sama sekali di UIN. Justru ajaran tentang toleransi yang menjadi salah satu fokus mata kuliah bagi para mahasiswa.
“Kebetulan saya juga mengajar mata kuliah pendidikan multikultural," terangnya.
Di dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa UIN Jogja diajarkan lebih banyak mengani keberagaman yang ada di Indonesia.
“Keragaman itu sudah sunnatullah. Jadi kalau kita tidak menerima keragaman ya berarti dia mengingkari kodrat, mengingkari takdir karena keberagaman itu sudah menjadi takdir dari Tuhan, Allah SWT," ucapnya.
HF pria penendang sesajen di Gunung Semeru sempat berkuliah di UIN Jogja. Namun yang bersangkutan diketahui telah drop out (DO) sejak beberapa tahun lalu.
BACA JUGA: Dapat Tumpeng Nasi Kuning dari Pendeta, Gus Miftah: Makan Nggak? Ya Makanlah...
Sri menuturkan setelah DO sebenarnya HF sempat hendak mendaftar lagi sebagai mahasiswa tingkat S2 di UIN Yogyakarta. Namun yang bersangkutan ternyata tidak menyelesaikan kewajiban untuk mendaftar ulang sebagai mahasiswa.
"Dulu DO tahun 2014. Sempat mendaftar S2 di UIN tetapi tidak daftar ulang, sehingga belum resmi menjadi mahasiswa UIN sebenarnya," ungkapnya.
Sri mengaku belum sempat mencari informasi secara detail terkait penyebab HF harus di-DO. Namun sepengetahuan dia, HF adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab dan telah dinyatakan DO sejak 2014 silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.