27.489 SPPG MBG Diawasi Ketat, BGN Perkuat Sistem
BGN memperketat pengawasan keamanan pangan MBG di 27.489 SPPG, mulai dari persiapan bahan hingga pemeriksaan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Ilustrasi perempuan siap-siap bepergian saat pandemi Covid-19/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA -- Tim IndoGuideBook merilis survei tren liburan 2021. Sedikitnya 53% responden mengaku akan menghabiskan waktu libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di rumah saja.
Content Marketing Specialist IndoGuideBook, M. Ridho Utama menyebutkan pandemi Covid-19 bukan penyebab utama masyarakat enggan untuk liburan melakukan kegiatan liburan.
“53 persen responden akan menghabiskan waktu liburan di rumah saja. Sementara 47 persen merencanakan untuk berangkat liburan akhir tahun dengan destinasi mayoritas ke luar kota,” katanya lewat rilisnya, Minggu (5/12/2021).
Dia menuturkan penyeab sebanyak 46 persen responden menyatakan bahwa alasan utama mereka tidak ingin pergi liburan akhir 2021 karena tidak memiliki uang untuk dialokasikan terhadap kegiatan liburan.
Lebih lanjut, Ridho mengatakan sebanyak 66 persen calon pelaku wisata menyatakan setuju adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan para calon wisatawan untuk melaksanakan rapid test antigen atau swab PCR.
"Alasannya tentu saja demi mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19," imbuhnya.
Sementara itu, 78 persen responden menyebutkan masker menjadi barang yang wajib untuk dibawa kemana-mana di masa pandemi, di posisi kedua ada hand sanitizer dan di posisi ketiga adalah barang lainnya seperti alat makan sendiri, disinfektan dan juga tisu basah.
Selanjutnya, untuk moda transportasi yang paling mungkin mereka gunakan pada saat berangkat liburan akhir tahun nanti adalah mobil (56 persen), lalu pesawat (30 persen), kemudian moda transportasi lain seperti motor, kereta, bus dan kapal.
Di tempat tujuan berlibur, mayoritas responden (63 persen) menyatakan bahwa akan menginap di hotel. Sebanyak 21 persen memilih untuk menginap di sebuah villa terpencil dan 10 persen memilih untuk menyewa rumah di tempat tujuan. Sisanya sebanyak 5% responden memiliki jawaban yang bervariasi, salah satunya adalah menginap di rumah keluarga.
Sebanyak 223 responden telah mengikuti survei yang dilakukan pada 29—30 Oktober 2021. Adapun, metode penelitian dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling/pengambilan sampel acak sederhana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BGN memperketat pengawasan keamanan pangan MBG di 27.489 SPPG, mulai dari persiapan bahan hingga pemeriksaan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men