Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Jambi, 6 Pesawat Delay
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim./ Dok. KCIC\r\n
Harianjogja.com, BANDUNG—PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera. Aksi tersebut dinilai tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dapat mengganggu operasional dan mengancam keselamatan perjalanan kereta cepat.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pencurian kabel berdampak pada pelayanan kepada penumpang karena sejumlah komponen yang dicuri memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional Whoosh.
“Kami berharap pengungkapan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan maupun terlibat dalam tindakan tersebut,” kata Eva di Bandung, Kamis.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan enam orang. Mereka terdiri atas lima tersangka pencurian dengan pemberatan dan satu tersangka penadah.
KCIC turut mendukung kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut melalui pertukaran informasi dan pendampingan di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kepolisian yang telah bekerja sama hingga seluruh jaringan yang terlibat mulai dari pelaku hingga penadah berhasil diungkap. Terhadap tindakan yang dapat membahayakan operasional Whoosh tidak ada kompromi,” ujar Eva.
Pencurian Kabel Terjadi di Sejumlah Titik
Eva mengatakan rangkaian pencurian terjadi di sejumlah titik pada petak antara Stasiun Karawang dan Padalarang serta antara Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon.
Kabel yang menjadi sasaran meliputi kabel telekomunikasi, kabel persinyalan, kabel grounding, serta sejumlah komponen pendukung prasarana Whoosh.
Menurut Eva, tiga dari lima tersangka pencurian diketahui pernah bekerja dalam proyek KCIC. Kondisi tersebut membuat mereka memiliki pengetahuan mengenai kondisi di sekitar jalur.
“Kabel-kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari telekomunikasi, persinyalan, hingga sistem grounding. Setiap komponen yang terpasang di jalur memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional Whoosh sehingga tidak boleh dirusak ataupun diambil,” kata Eva.
KCIC Perkuat Pengamanan Jalur Whoosh
Untuk menjaga keamanan operasional, KCIC didukung 531 personel pengamanan. Mereka bertugas di stasiun, depo, sepanjang jalur, dan sejumlah area operasional lainnya.
Selain personel pengamanan, jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer juga dilengkapi pagar pengaman dengan kawat berduri.
KCIC juga memasang 1.773 CCTV yang tersebar di berbagai fasilitas, jalur, dan rangkaian Whoosh.
“Jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer dilengkapi pagar pengaman dengan kawat berduri serta 1.773 CCTV yang tersebar di berbagai fasilitas, jalur, dan rangkaian Whoosh,” kata Eva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.