Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Ilustrasi sampah plastik/Picture-Alliance-Photoshot
Harianjogja.com, JAKARTA--Dampak limbah plastik bagi lingkungan benar-benar nyata. Sebab, plastik merupakan limbah yang sulit terurai secara alami.
Bahkan pengamat sekaligus aktivis lingkungan mengungkap jika plastik pertama yang diciptakan tahun 1907 masih ditemukan dan belum terurai hingga 2021 saat ini.
Kondisi ini menambah parah situasi, setelah beberapa waktu silam Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB memperkirakan di 2050 jumlah plastik di lautan mengalahkan jumlah ikan.
"Jadi kalau tidak bisa dibakar entah di mana di satu tempat, plastik-plastik ini akan tetap ada, di bumi kita. Plastik yang digunakan pada tahun 1907, ketika pertama kali plastik ditemukan ini, masih ditemukan sekarang karena tidak terurai," ujar Penasihat Lingkungat, Henriette Faergemann sekaligus delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, dalam acara diskusi, Sabtu, (18/9/2021).
Henriette menambahkan, jika plastik pertama di dunia masih belum terurai, maka bukan tidak mungkin plastik yang diproduksi dan digunaan saat ini akan ditemukan anak, cucu, cicit dan keturunan umat manusia berpuluh-puluh tahun bahkan berabad-abad kemudian.
Mirisnya, kata Henriette, banyak penelitian menemukan produksi plastik terus bertumbuh. Bahkan 10 tahun belakangan, jumlah plastik mengalahkan total plastik yang diproduksi sejak awal ditemukan hingga 2000.
"Jadi produksi plastik bertumbuh dengan sangat besar, plastik juga tidak bisa terurai sendiri," ungkap Henriette.
Banyak penelitian juga membuktikan jika sampah plastik sangat berdampak pada kehidupan laut. Bahkan bisa membunuh hewan mamalia laut seperti paus, penyu, dan burung laut yang tidak sengaja memakan mikro plastik yang dikira sebagai makanan.
"Banyak penelitian juga memperkirakan bahwa, sampah plastik jumlahnya luar biasa besar, antara 15 sampai 21 triliun plastik di samudra kita, Samudra Atlantik, Samudra Arktik sampai Antartika, Pasifik hingga Hindia," jelasnya.
Adapun mayoritas atau 80 persen plastik yang paling banyak ditemukan di lautan, di antaranya adalah botol plastik, kantong plastik, gelas plastik, sedotan, dan plastik yang digunakan sekali pakai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.