Komdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Logo resmi PON XX PAPUA. /Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan panggung bagi atlet-atlet junior. Dengan demikian seharusnya atlet elite yang sudah mengikuti kejuaraan level dunia sudah tidak ambil bagian dalam pesta multievent nasional tersebut.
Dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) masa bakti 2021-2025, Zainudin menyampaikan bahwa federasi cabang olahraga harus mulai menerapkan pengetatan dan pembatasan terhadap atlet yang ikut PON.
“Pada 2 Oktober 2021 kita akan memulai PON. Saya berharap PON ini akan menjadi tempat untuk mendapatkan bibit bibit dan talenta atlet-atlet yang berprestasi yang akan kita angkat ke tingkat elite,” katanya dalam laman Kemenpora dikutip Jumat.
Menurut dia, PON sejatinya adalah tempat lahirnya talenta-talenta yang berprestasi agar bisa naik level menjadi atlet elite, bukan panggung bagi mereka yang sudah pernah atau sering berkompetisi di single event, multievent, apalagi Olimpiade.
“Jadi PON ini benar-benar mereka yang akan kita angkat ke atas, bukan yang sudah di atas kemudian diterjunkan, harus bertanding lagi, bahkan ada yang sudah main di Olimpiade,” dia menambahkan.
Baca juga: Partai Ummat: Kami Mendapat Banyak Dukungan dari Warga Muhammadiyah di DIY
Zainudin mengatakan federasi cabang olahraga juga seharusnya bisa mengikuti langkah mendiang Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan yang tidak mengizinkan atletnya Lalu Muhammad Zohri ambil bagian dalam Sea Games 2019 di Filipina.
“Saya datang ke tempatnya beliau, saya tanya “Om kenapa Lalu Muhammad Zohri yang juara dunia tidak dikirim ke Filipiana. Beliau sampaikan, kalau dia ke sana enggak ada lawannya. Jadi kita dapat medali, tetapi bagi (atlet junior) di bawahnya ini tidak ada kesempatan untuk merasakan suasana bertanding,” kenang Zainudin.
Ia pun berharap PON Papua nanti dapat melahirkan atlet junior yang nantinya akan dilatih dan ditempatkan di pemusatan latihan di Cibubur sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Para atlet junior inilah yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade.
“Mudah-mudahan PON yang akan datang, mulai diketatkan pembatasan. Sebab, itu memberikan kesempatan kepada yang lainnya (atlet junior). Dia sudah juara dunia masih juga bertarung dengan yang di bawah,” pungkas dia.
Sementara itu, sejumlah atlet elite Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk bertanding di PON Papua, di antaranya atlet renang yang pernah tampil di Olimpiade Tokyo yang juga peraih medali perak dan perunggu pada SEA Games 2019 Filipina, Azzahra Permatahani hingga pemecah rekor dunia panjat tebing Veddriq Leonardo dan Aries Susanti Rahayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.