Kerugian Negara Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina Rp322,18 Miliar
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
Spanduk bertuliskan harga tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) terpasang di sebuah lokasi penyedia layanan tes Covid-19 di Jakarta, Minggu (15/8/2021). /Antara\r\n\r\n
Harianjogja.com, KENDARI - Sebanyak 23 mahasiswa gagal berangkat dari Bandara Haluoleo hendak terbang ke Jakarta karena diduga menggunakan PCR (polymerase chain reaction) palsu. Pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara menegaskan tidak pernah melakukan pemeriksaan tes PCR kepada para mahasiswa tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat, 20 Agutus 2021, puluhan mahasiswa batal berangkat dari Bandara Haluoleo akibat diduga menggunakan hasil tes PCR palsu. Para mahasiswa tersebut dikabarkan akan menggunakan penerbangan Lion Air JT 987 tujuan Kendari-Jakarta.
"Kalau kami dari pihak rumah sakit tidak ada mengeluarkan nama-nama itu, karena memang bukan kami yang periksa," kata Humas RSUP Bahteramas Kendari Masyita saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, di Kendari, Senin (23/8/2021).
Baca juga: Selama PPKM Leval 4, Tak Ada Zona Merah di Kulonprogo
Pihaknya juga memastikan nama-nama tersebut tidak terdaftar dalam daftar orang yang diperiksa di RSUP tersebut.
"Saya cross check di lab (laboratorium) tidak ada namah-nama itu yang kami periksa. Setelah saya dapat informasi itu, saya telepon ke bagian yang punya tupoksi, untuk saya cross check, untuk membenarkan, apakah nama-nama itu ada, ternyata memang kami tidak punya nama-nama itu," ujar dia.
Koordinator Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Haluoleo Umi Mazidah menyatakan, sebelumnya pihaknya menemukan sebanyak 23 mahasiswa membawa hasil PCR palsu pada Jumat, 20 Agustus 2021.
Baca juga: Dinilai Provokatif, Grafiti di Jembatan Kewek Dihapus
"Kami di pintu sebelum masuk keberangkatan tugas kami adalah mengecek apakah data pelaku perjalanan sudah terinput di PeduliLindungi. Jadi ceknya itu cek mandiri atau melalui akun yang memang kami yang punya," katanya.
Sebanyak 23 mahasiswa itu dikoordinasi oleh satu orang. Namun, saat pemeriksaan orang ke-6, diketahui tidak ada satu pun yang terdaftar di akun PeduliLindungi.
Atas hal itu, pihaknya langsung meminta kepada orang yang mengoordinir puluhan mahasiswa tersebut agar berkomunikasi ke pihak RSUP Bahteramas Kendari, agar menginput data ke-23 mahasiswa yang hendak berangkat tersebut ke akun PeduliLindungi.
Namun, ketika diminta hal itu, orang yang mengkoordinasi puluhan mahasiswa itu pergi meninggalkan tempat validasi tersebut. Lalu, ketika ada panggilan penerbangan orang itu kembali dan meminta agar puluhan mahasiswa tersebut diberangkatkan.
"Akhirnya kami inisiatif sendiri untuk konfirmasi ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari, apakah suratnya valid atau tidak. Ternyata kira-kira panggilan kedua boarding sekitar pukul 10.15 WITA baru ada konfirmasi dari Bahteramas, suratnya palsu semua, nomor labnya palsu, nama-namanya tidak teregistrasi di RS Bahteramas untuk pemeriksaan PCR," tambah Umi.
Setelah itu, kata dia, puluhan mahasiswa tersebut meninggalkan Bandara Haluoleo karena tidak dapat berangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
Korlantas Polri menerapkan face recognition pada ETLE untuk mengidentifikasi pelanggar meski memakai pelat nomor palsu atau tanpa TNKB.
Hujan deras memicu banjir di Provinsi Shaanxi, China. Sebanyak 115.756 warga dievakuasi, sementara ancaman longsor dan cuaca ekstrem masih berlanjut.
Seorang pekerja menjadi korban begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman. Pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan dompet korban.
Tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Bantul 2026 masih menghadapi dinamika jumlah bakal calon.
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.