KDM Ungkap Alasan Proyek AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Dihentikan

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 11:37 WIB
KDM Ungkap Alasan Proyek AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan./Antara-Ricky Prayoga

Harianjogja.com, BANDUNG— Proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) senilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan penghentian tersebut bukan akibat hambatan birokrasi pemerintah daerah, melainkan karena kelalaian pihak konsultan yang belum menyerahkan data perizinan.

Pernyataan itu disampaikan Dedi untuk meluruskan polemik penghentian proyek BDX Data Centers. Menurut dia, saat dilakukan pengecekan, dokumen perizinan yang diperlukan belum lengkap.

"Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data," kata Dedi Mulyadi di Bandung, Jumat.

Penghentian Bukan Hambatan Investasi

Dedi mengatakan penghentian sementara yang dilakukannya sejak kunjungan mendadak pada Selasa (28/7) merupakan bagian dari penegakan aturan.

Langkah tersebut, menurut Dedi, juga berkaitan dengan upaya melindungi kepentingan ekologi serta hak warga lokal atas pasokan air bersih.

Untuk menjaga objektivitas dalam menentukan kelayakan proyek, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia (UI). Akademisi UI diminta memberikan kajian dan masukan independen mengenai dampak lingkungan proyek pusat data AI tersebut.

"Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya saya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.

Dalam laporan terpisah, dokumen AMDAL dan PBG proyek tersebut masih dalam proses. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meminta seluruh persyaratan wajib diselesaikan sebelum pembangunan dilanjutkan.

KDM Jelaskan Persoalan Pasokan Air

Selain perizinan, persoalan kebutuhan air menjadi perhatian dalam pembangunan pusat data AI tersebut.

Dedi mengklarifikasi bahwa kapasitas pasokan air Waduk Jatiluhur sebenarnya masih sangat melimpah. Secara teknis, dia menyebut pasokan tersebut sanggup memenuhi kebutuhan operasional BDX tanpa mengganggu kuota masyarakat.

PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki jatah alokasi air resmi sebesar 3.000 liter per detik dari Waduk Jatiluhur. Namun, selama berpuluh-puluh tahun, pemanfaatannya baru sekitar 380 liter per detik atau setara 11% dari total jatah.

"Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana," ujar Dedi.

Sementara itu, laporan Antara menyebut data teknis proyek memperkirakan pusat data AI BDX membutuhkan pasokan air hingga 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari saat beroperasi pada kapasitas penuh.

Proyek Dicek dari Risiko Bencana

Dedi mengatakan kunjungan mendadaknya ke lokasi juga bertujuan memastikan proyek investasi bernilai triliunan rupiah tersebut dibangun di lokasi yang aman.

Beberapa aspek yang diperiksa mencakup potensi ancaman bencana banjir, gempa bumi, serta erupsi gunung berapi.

Selain faktor kebencanaan, kesiapan pasokan listrik dan air juga menjadi perhatian sebelum proyek pusat data AI tersebut dapat berjalan.

Proyek BDX Data Centers di Jatiluhur sendiri merupakan investasi pusat data berbasis AI dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun. Pembangunan baru dapat dilanjutkan setelah persyaratan perizinan yang diperlukan terpenuhi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online