Investasi Alat Kesehatan Bakal Capai Rp5,7 Triliun hingga 2024
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Sejumlah pesepeda memacu kecepatan saat berlangsung uji coba pemberlakuan lintasan road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Minggu (23/5/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelaku industri sepeda menyebut PPKM menambah tekanan pada tren pembelian sepeda yang melandai sejak booming tahun lalu.
Ketua Forum Pengusaha Industri Sepeda Indonesia (Fopsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan akibatnya banyak produsen dan penjual yang kini sudah menurunkan harga. Menurut Eko, jika tahun lalu sepeda lipat rerata di atas Rp2 juta sekarang sudah turun di bawah Rp2 juta.
"Sekarang sepi sekali sejak PPKM ini di pasar juga sangat sepi, jadi banyak produsen downgrade spek [spesifikasi] untuk menyesuaikan dengan daya beli. Harga sepeda turun bervariasi ada yang sudah sampai 40 persen," katanya kepada Bisnis, Senin (23/8/2021).
Eko menyebut dengan kondisi tersebut, saat ini pengusaha hanya berharap Covid-19 segera dikendalikan dan masyarakat bisa beraktivitas kembali. Pengusaha mematok penjualan nasional pun di level sangat pesimistis atau bakal turun 50 persen dari perolehan tahun lalu.
Menurut Eko tahun lalu penyerapan produk sepeda mencapai lebih dari 7 juta unit. Artinya, jika tahun ini penjualan sepeda bisa berada di level 3,5 jutaan saja maka kinerja masih terbilang baik untuk para produsen maupun importir.
"Satu hal yang paling akan mendorong permintaan sepeda jika aktivitas mulai bisa dilonggarkan dan fasilitas umum banyak dibuka. Makanya saya sangat berharap sekali PPKM nanti bisa direlaksasi lebih baik sehingga masyarakat bisa kembali keluar," ujar Eko.
Selain itu, Eko menyebut faktor utama penyerapan sepeda tentu daya beli yang saat ini semakin terpukul. Namun, tentu saja untuk faktor tersebut hanya bisa diatasi jika perekonomian kembali pulih.
Sisi lain, Eko memaparkan kondisi impor sepeda sendiri saat ini juga telah banyak yang melakukan pembatalan order. Hal itu, dikarenakan ekspektasi awal tahun tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi saat ini.
"Sementara di luar negeri masih banyak yang peminatnya tinggi untuk sepeda ini makanya order dari Indonesia dialihkan dulu ke negara lain daripada jadi stok di sini," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.