Fajar Alfian dan Fikri Ingin Naik Podium Tertinggi di Asian Games 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat tengah bersandar di pelabuhan Indah Kiat di Merak, Banten. /Antara-Asep Fathulrahman
Harianjogja.com, BALI - Hingga Sabtu (24/4/2021) pagi, KRI Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut (AL) yang mengangkut 53 awak belum juga ditemukan. Upaya pencarian masih terus dilakukan.
TNI AL bersama pihak terkait harus berpacu dengan waktu lantaran per-hari ini, KRI Nanggala-402 telah hilang kontak kurang lebih tiga hari atau 72 jam.
Sebagaimana keterangan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono pada Kamis [22/4/2021], waktu 72 jam merupakan estimasi batas cadangan oksigen yang dimiliki kapal selam keluaran 1977 buatan Jerman itu.
"Apabila kondisi black out mampu 72 jam, kurang lebih 3 hari, jadi saat kemarin hilang kontak pukul 3, (cadangan oksigen) bisa sampai hari Sabtu pukul 3, sehingga 72 jam, mudah-mudahan segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," ujar Yudo dalam konferensi pers.
KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak dalam latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4/2021) dini hari.
Lokasi terakhir KRI tersebut terlacak di perairan Bali, dan diduga berada pada palung laut dengan kedalaman kurang lebih 700 meter.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menyebut ada beberapa temuan yang mungkin bisa jadi titik terang keberadaan KRI Nanggala-402.
Riad menyebut ada titik magnet kuat dan tumpahan minyak di wilayah kurang lebih 40 km di Utara Celukan Bawang, Buleleng, Bali.
"Jadi, sementara memang sampai saat ini memang belum bisa ditemukan secara pasti. Tetapi beberapa titik ini, mudah-mudahan dengan beberapa peralatan yang ada bisa segera ditemukan atau dijejaki bahwa itu adalah posisi dari KRI Nanggala 402," kata Riad dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021).
Setidaknya pihak TNI sendiri telah mengerahkan 21 KRI lain untuk membantu proses penemuan lokasi KRI Nanggala tersebut.
Namun hingga kini, hasil yang ditemukan adalah sedikit respon sonar pada lokasi yang sudah diperkirakan, serta jejak tumpahan minyak yang diduga kuat menjadi area KRI Nanggala 402 berada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten