Bulog Olah 2 Juta Ton Cadangan Beras Jadi Merek Beraskita
Bulog menggandeng Perpadi mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium bermerek Beraskita yang segera diluncurkan.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih atau KDKMP yang jauh dari domisili menjadi sorotan di media sosial. Sistem Informasi Manajemen KopDes/Kel Merah Putih (Simkopdes) menjelaskan bahwa penempatan tidak hanya ditentukan berdasarkan jarak domisili.
Mengutip akun Instagram resmi Simkopdes, @simkopdes, Minggu (27/9/2026), penempatan manajer dilakukan dengan mencocokkan sejumlah aspek dengan ketersediaan titik KopDes/Kel Merah Putih.
Kedekatan domisili tetap menjadi salah satu prioritas. Namun, kondisi keluarga, kesiapan bangunan, kapasitas wilayah, ketersediaan titik KDKMP, dan kebutuhan nasional juga menjadi pertimbangan.
Jika titik di wilayah asal belum tersedia, sudah penuh, atau belum siap, manajer dapat ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan.
“Penempatan jauh tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap kualitas maupun kemampuan manajer. Setiap penempatan memiliki peran yang sama penting dalam memastikan KDKMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian yang tertulis dalam unggahan Simkopdes.
Gunakan Metode Hungarian dan Bipartite Matchmaking
Dalam prosesnya, penempatan manajer KopDes/Kel Merah Putih menggunakan metode Hungarian dan bipartite matchmaking.
Sistem tersebut mencari kombinasi penempatan secara keseluruhan dengan mempertimbangkan kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, serta keseimbangan kebutuhan antarwilayah.
“Karena setiap titik hanya dapat diisi sesuai kuotanya, titik terdekat tidak selalu tersedia untuk semua orang,” imbuh Simkopdes.
Simkopdes juga menjelaskan terdapat sejumlah tahapan dalam penempatan manajer KDKMP dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Pada tahap awal, sistem memasangkan manajer dengan KDKMP yang berada di desa. Selanjutnya, sistem memprioritaskan titik KDKMP yang bangunannya telah selesai 100%.
Jika titik yang siap beroperasi di wilayah asal sudah penuh atau memang belum tersedia, sementara wilayah lain masih membutuhkan manajer, sistem akan melakukan penempatan ke wilayah lain.
Setelah seluruh titik yang telah selesai terisi, proses penempatan dilanjutkan berdasarkan progres pembangunan tertinggi.
Mayoritas Manajer Masih Dekat Domisili
Simkopdes menyatakan mayoritas manajer KDKMP tetap ditempatkan relatif dekat dengan domisili asal. Dari 28.620 manajer KDKMP yang telah ditempatkan, sebanyak 55,69% berada dalam jarak maksimal 10 kilometer.
Sementara itu, 71,91% manajer berada dalam jarak maksimal 50 kilometer dari domisili. Kemudian, sebanyak 65,14% manajer tetap ditempatkan di kabupaten/kota asal. Sebanyak 88,28% lainnya masih berada di provinsi asal.
Adapun 11,27% manajer ditempatkan lintas provinsi.
Simkopdes menegaskan penempatan jauh tidak dimaksudkan sebagai bentuk hukuman maupun menunjukkan bahwa wilayah asal manajer diabaikan.
“Kondisi tersebut terjadi karena titik KDKMP yang sesuai di wilayah asal tidak selalu tersedia, sudah terisi, belum menjadi prioritas berdasarkan kesiapan bangunan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Bulog menggandeng Perpadi mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah menjadi beras premium bermerek Beraskita yang segera diluncurkan.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.