Pemerintah Siapkan Hunian Subsidi Dekat Kawasan Industri
Pemerintah menyiapkan hunian subsidi di kawasan industri untuk memudahkan buruh memiliki rumah sekaligus menekan biaya transportasi.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat peningkatan infrastruktur jaringan irigasi di sejumlah daerah sebagai langkah mitigasi terhadap dampak fenomena El Nino yang berisiko mengganggu target swasembada pangan nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan perbaikan dan optimalisasi saluran pengairan dilakukan setelah pemerintah menemukan masih adanya titik kekeringan di sentra produksi pertanian, khususnya wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
“Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).
Untuk menangani persoalan tersebut, Kementerian PU mendorong sejumlah solusi darurat. Di antaranya penambahan unit pompa dan pipa penyaluran air pada lahan pertanian yang berada di sekitar sumber air permukaan.
Pemerintah Siapkan Infrastruktur Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, pemerintah menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat keandalan pasokan air baku. Rencananya, pemerintah akan membangun sumur bor baru dan embung di sejumlah lokasi strategis.
Pendataan ketersediaan air juga akan diperkuat dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Pelibatan tersebut dilakukan untuk memastikan data kebutuhan pengairan di lapangan lebih akurat.
Penanganan jaringan irigasi menjadi salah satu perhatian pemerintah sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi juga menjadi langkah mitigasi dalam menghadapi ancaman anomali cuaca El-Nino. Kesiapan sistem pengairan dan pengamanan pasokan air baku diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Anggaran Ditjen SDA Capai Rp29 Triliun
Dalam postur DIPA awal sepanjang 2026, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp29 triliun untuk mendukung operasional Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA).
Anggaran tersebut mencakup kebutuhan pembangunan bendungan, pengendali banjir, penyediaan air baku, jaringan irigasi, hingga program infrastruktur kerakyatan P3-TGAI.
Sementara untuk 2027, alokasi anggaran Ditjen SDA juga mencapai puluhan triliun rupiah. Pagu anggaran Ditjen SDA Tahun Anggaran 2027 ditetapkan sebesar Rp30,66 triliun.
Alokasi program bidang Sumber Daya Air pada 2027 mencakup dukungan pembangunan jaringan irigasi seluas 451 hektare.
Selain itu, anggaran tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi seluas 47.671 hektare, pengendalian banjir sungai dan muara sepanjang 27,06 kilometer, serta pengamanan pantai sepanjang 6,60 kilometer.
Program 2027 juga mencakup tambahan kapasitas air baku sebesar 0,78 m3/detik serta pengendalian sedimen dan lahar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pemerintah menyiapkan hunian subsidi di kawasan industri untuk memudahkan buruh memiliki rumah sekaligus menekan biaya transportasi.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.