Salam Lintas Agama Sugiono Gaung di Sidang Majelis Umum PBB

Newswire
Newswire Minggu, 27 September 2026 11:47 WIB
Salam Lintas Agama Sugiono Gaung di Sidang Majelis Umum PBB

Bendera PBB. - UN.org

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono kembali membawa salam lintas agama sebagai simbol persatuan Indonesia ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salam tersebut disampaikan saat membuka pernyataan nasional Indonesia dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai menyertai kita semua,” kata Sugiono saat mengawali pernyataan nasional Indonesia di hadapan Majelis Umum PBB.

Seperti dipantau melalui siaran langsung di Jakarta, Ahad, salam lintas agama yang disampaikan Sugiono tersebut mendapat tepuk tangan dari para delegasi yang hadir dalam sidang tahunan PBB.

Sugiono Tekankan Ketahanan Nasional

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Sugiono menekankan pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi bagi ketahanan kawasan hingga ketahanan global.

Menurut Menlu RI, Indonesia mampu mempertahankan persatuan di tengah keberagaman suku bangsa. Hal tersebut tercermin melalui semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Sugiono mengatakan keberagaman bukan sesuatu yang harus ditaklukkan. Sebaliknya, keberagaman perlu dikelola, dihargai, serta dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan.

“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujar Menlu RI.

Kembali Tutup Pidato dengan Salam Lintas Agama

Setelah menyampaikan pidato selama kira-kira 17 menit, Sugiono kembali menggunakan salam lintas agama ketika menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

“Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Rahayu,” katanya.

Salam penutup tersebut kembali disambut tepuk tangan para hadirin.

Penggunaan salam lintas agama oleh Menlu RI tahun ini mengingatkan kembali pada pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang ke-80 Majelis Umum PBB pada tahun sebelumnya.

Saat itu, Prabowo juga menyampaikan salam lintas agama sebelum menutup pidatonya di hadapan para delegasi PBB.

Prabowo Tekankan Persaudaraan Lintas Agama

Sesaat sebelum menutup pidatonya pada Sidang ke-80 Majelis Umum PBB, Prabowo menekankan pentingnya persaudaraan lintas agama dalam menjaga perdamaian dunia.

Prabowo mengatakan bangsa Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, serta penganut semua keyakinan harus dapat hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia.

Menurut Prabowo, perbedaan perlu dihormati untuk mewujudkan harmoni serta masa depan yang damai.

“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberkati kita semua, semoga perdamaian menyertai kita semua,” tutup Prabowo yang kemudian disambut tepuk tangan para delegasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online