Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY Baru
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga professor Muhammad Chirzin (kiri) dan Anggota Komite IV DPD RI Cholid Mahmud. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pada 2045 mendatang Indonesia genap berusia 100 tahun. Berbagai pihak termasuk pemerintah mulai mempersiapkan untuk menyongsong dekade tersebut dengan memetakan sejumlah prediksi mulai dari lonjakan jumlah pendudukan hingga kesiapan generasi muda. Moralitas tetap menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi menyongsong 2045.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Professor Muhammad Chirzin mengatakan pentingnya menyiapkan generasi profesional masa depan, tantangan zaman sedemikian rupa, syaratnya untuk memegang kepemimpinan global memang harus profesional yang tumpuannya adalah kompetensi. Apalagi kebutuhan kebangsaan tidak hanya soal politik tetapi ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan sehingga perlu disiapkan kader di semua lini kehidupan. Dari semua lini tersebut yang menjadi pondasi utama adalah moral.
BACA JUGA : Intoleransi Ancaman Indonesia Emas 2045
“Dari semua itu basisnya adalah moral, ada kejujuran, tanggungjawab dan sebagainya, sehingga evaluasi kita adalah ketika kehidupan bangsa ekonominya sedemikian rupa ada korupsi, ini soal moral. Bagaimana nilai-nilai moralitas harus dijiwai,” katanya dalam diskusi Menuju 100 Tahun NKRI, Sabtu (20/3/201).
Ia menilai untuk melakukan pembinaan moral tersebut, pendidikan menjadi satu-satunya jalan. Oleh karena itu menurutnya pelu ada evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pendidikan baik formal maupun pendidikan secara umum. Agar prosesnya dapat menghasilkan generasi yang bermoral. Karena moralitas menjadi modal utama penyiapan generasi 2045 baik yang akan masuk di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
“Ini semua lewat pendidikan, justru menurut saya, kita perlu mengevaluasi sistem pendidikan model pendidikan yang sedang kita lakukan. Pendidikan dalam arti khsusus formal dan luas, kembali bahwa intinya menyiapkan generasi yang kompeten diharapkan bsia mengemban tugas pada posnya masing-masing,” ujarnya.
BACA JUGA : Sejumlah Cendekiawan Bakal Gelar Simposium Nasional
Anggota Komite IV DPD RI Cholid Mahmud menambahkan saat ini pemerintah mulai memikirkan perkiraan kondisi Indonesia dekade 2045. Ahli dari Bappenas telah menyampaikan pada pada 2045 akan terjadi perubahan besar di tingkat global maupun nasional. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 319 juta jiwa. Di tahun itu Indonesia diperkirakan menjadi negara maju dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima. Maka sudah seharusnya generasi muda harus disiapkan.
“Untuk mempersiapkan harus dengan pendidikan sehingga pendidikan tidak boleh lepas dari konstitusi bahwa tujuannya adalah untuk manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia memiliki ketrampilan. Penerjemahan ke kebijakan perlu memperhatikan konstitusi,” katanya.
Cholid sepakat bahwa evaluasi sistem pendidikan perlu dilakukan dengan memperbanyak referensi di beberapa negara serta pendidikan nasional di masa lalu yang masih relevan. “Kita harus mempersiapkan generasi muda melalui proses pendidikan, pembinaan karakter moral,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.