Suhu Global Naik Bisa Lewati 1,5 Derajat, Risiko Bencana Meningkat
UNEP memproyeksikan suhu global melampaui 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun ke depan, meningkatkan risiko bencana dan ancaman kesehatan.
Stan BNPB yang memamerkan produk UMKM hasil dari kelompok warga terdampak bencana di JCM, Jumat (12/3/2021). /Ist-BNPB.
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian terhadap perekonomian bagi warga terdampak bencana. Hampir sebagian besar warga terdampak kehilangan mata pencaharian dan pendapatan mereka.
Melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan SDA, BNPB berusaha meningkatkan perekonomian warga dengan mendampingi dan mempromosikan produk hasil warga terdampak bencana. Salah satunya melalui pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara di Jogja City Mall (JCM) yang dihelat sejak Jumat (11/3/2021) hingga Minggu (13/3/2021).
BACA JUGA : Hadapi Erupsi Merapi, Sleman Dapat Rp1 Miliar dari BNPB
Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan SDA, BNPB Yolak Dalimunte mengatakan sebagian besar warga terdampak bencana alam, selain kehilangan harta benda juga pendapatan harian. BNPB berusaha memberikan pendampingan agar bisa meningkatkan perekonomian mereka.
“Warga terdampak bencana ini banyak di antara mereka yang mampu menghasilkan produk seperti UMKM. Potensi ini yang kami berusaha dampingi, bantu promosi agar meningkatkan perekonomian mereka,” kata dia dalam rilisnya Jumat (12/3/2021).
Meski pandemi Covid-19, BNPB tetap berupaya melakukan pemulihan dan peningkatan pascabencana untuk bidang social, ekonomi dan sumber daya alam. Ia menambahkan salah satu jalan yang dilakukan BNPB adalah membantu pemasaran produk kelompok terdampak bencana seperti menampilkan produk dalam pameran di berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA : Hadapi Erupsi Merapi dalam Masa Pandemi, BNPB Gelar
Dalam pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara di JCM barang yang dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia. Terdiri atas produk jahe instan, kopi robusta tunggaksemi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, produk susu sapi dari Sleman, kopi baratas dari Banjarnegara, kain lurik dari Sukoharjo, tepung mocaf dari Sumedang dan lainnya.
“Rencananya kegiatan promosi produk hasil pendampingan kelompok masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya. Melalui kegiatan pameran ini, UMKM hasil pemulihan ekonomi dari daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih,” katanya.
Yolak Dalimunte menyatakan BNPB juga menggandeng tujuh perguruan tinggi untuk diajak bekerja sama melakukan layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana.
BACA JUGA : Bencana Terus Meningkat, BNPB Catat 236 Peristiwa Hingga
“Dampak langsung bencana alam terhadap sektor ekonomi adalah hilangnya sumber pendapatan ekonomi dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi. Kami libatkan perguruan tinggi untuk membantu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UNEP memproyeksikan suhu global melampaui 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun ke depan, meningkatkan risiko bencana dan ancaman kesehatan.
Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terus mendorong hasil penelitian dosen dan peneliti agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah,
Jonatan Christie tersingkir dari China Masters 2026 setelah kalah dua gim langsung dari Jason Gunawan dengan skor 16-21, 16-21.
Range Rover Electric resmi meluncur: SUV listrik flagship dengan 542 hp, baterai 118,5 kWh, jarak 600 km, dan kemampuan wading 90 cm. Harga mulai Rp2,17 miliar.
MotoGP 2027 memasuki era mesin 850cc. Simak jadwal tes Valencia, Sepang, Buriram, serta daftar pebalap dan empat kursi yang masih kosong.
London dibuat kewalahan menghadapi supercar berpelat negara-negara Teluk yang memenuhi kawasan elite setiap musim panas. Bukan karena harga Ferrari atau Lamborg