Musim Flu Datang Lebih Cepat di Jepang, Ribuan Kasus Terdeteksi dalam Sepekan
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal./istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, JOGJA— Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok terus meningkat. Berdasarkan data terbaru pada Sabtu (29/8/2026), total korban tewas mencapai 633 orang, sementara hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang.
Situasi di Nepal: 626 Tewas, 2.426 Hilang
Nepal mencatat jumlah korban terbanyak dalam bencana ini. Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal melaporkan bahwa hingga Sabtu (29/8/2026), korban tewas di wilayah Nepal mencapai 626 orang, dengan 2.426 orang masih belum ditemukan.
Angka ini meningkat signifikan dari hari sebelumnya yang mencatat 579 korban tewas. Lonjakan terjadi setelah tim penyelamat berhasil menjangkau daerah-daerah terpencil dan menemukan puluhan jenazah yang terbawa arus sungai. Sebanyak 2.301 orang berhasil diselamatkan atau mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka.
Beberapa distrik di Nepal yang mengalami dampak paling parah antara lain:
Situasi di Tiongkok: 7 Tewas, 554 Hilang
Di sisi Tiongkok, bencana juga menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, tujuh orang dilaporkan tewas dan 554 orang masih hilang di wilayah Tibet.
Korban tewas di Tiongkok meningkat dari 5 menjadi 7 orang pada Sabtu (29/8), seiring dengan ditemukannya jenazah tambahan di daerah terdampak.
Upaya Penyelamatan dan Tantangan di Lapangan
Sebanyak 4.811 personel telah dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak untuk membantu proses pencarian, evakuasi, serta pemulihan pascabencana. Tim pencarian dan penyelamatan masih terus menyisir sejumlah wilayah terdampak.
Cuaca buruk menjadi hambatan utama dalam operasi penyelamatan. Pada Sabtu (29/8), operasi penyelamatan menggunakan helikopter di Nepal terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk. Namun, upaya penyelamatan di terowongan pembangkit listrik tenaga air yang terendam banjir terus dilakukan.
Ancaman bencana susulan juga masih membayangi. Danau baru yang terbentuk di lokasi runtuhnya gletser dikhawatirkan dapat jebol dan memicu banjir kedua. Para ilmuwan memperingatkan bahwa bendungan alami yang menahan danau tersebut sangat tidak stabil dan terbuat dari puing-puing lepas.
Dampak terhadap Warga Negara Asing
Sejumlah warga negara asing juga termasuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya. Lebih dari 500 orang asing dari 30 negara dilaporkan hilang, termasuk warga negara India, Amerika Serikat, dan Australia.
Khususnya, India melaporkan 320 warganya masih hilang di Nepal. Australia juga melaporkan lebih dari 40 warganya hilang. Pemerintah Nepal akhirnya menyetujui bantuan tim pencarian dan penyelamatan internasional setelah sebelumnya menolak bantuan asing.
Dugaan Penyebab Bencana
Bencana ini dipicu oleh runtuhnya sebagian gletser pada Rabu (26/8) di ketinggian sekitar 5.200 meter di Himalaya. Runtuhan es dan batuan tersebut meluncur sekitar 1.200 meter, mengumpulkan material dan puing sebelum menghantam Sungai Lende. Gelombang besar yang dihasilkan menyapu ke selatan melalui distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading di Nepal, dan pada satu titik menaikkan permukaan Sungai Trishuli hingga 9 meter dalam waktu 30 menit.
Analisis awal yang menyebutkan gempa bumi sebagai pemicu ternyata tidak akurat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merevisi temuan awalnya dan menyimpulkan bahwa sinyal seismik yang terdeteksi justru berasal dari tanah longsor itu sendiri, bukan dari gempa bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mendorong keluarga kader menjadi kekuatan partai menghadapi verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.
Penjualan BYD turun 15,72% pada semester I 2026, tetapi ekspor melonjak 67,8% menjadi 792.000 unit di tengah persaingan pasar China.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.
Meta sepakat membayar hingga US$18 miliar dalam kasus kecanduan media sosial. Instagram dan Facebook kini wajib memperketat aturan bagi remaja.