Pasien Obesitas Hampir 300 Kg Dievakuasi ke RSUD Sragen
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
Dua orang warga Dukuh/Desa Sepat, Masaran, membersihkan motor Yamaha Mio warna hitam berpelat AD 6245 PZ yang biaya digunakan Lina setelah hanyut semalam di Sungai Kedungbulus, Krebet, Masaran, Sragen, Senin (15/2/2021)./JIBI-Solopos-Tri Rahayu
Harianjogja.com, SRAGEN—Puluhan warga masih berkumpul di lingkungan RT 036 Dukuh/Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, Senin (15/2/2021) pagi.
Mereka duduk lesehan di teras rumah warga dan di teras rumah Samidi, 41. Di halaman rumah Samidi tergeletak motor Yahama Mio warga hitam. Motor itu baru saja dievakuasi dari Sungai Kedungbulus, Desa Krebet, Masaran, Sragen, pada pukul 08.15 WIB. Motor itu tenggelam di Sungai Kedungbulus semalaman setelah hanyut terbawa arus sungai itu.
Lokasi penemuan motor berpelat AD 6245 PZ berjarak 7 km dari rumah Samidi. Motor itu sebelumnya digunakan anak sulung Samidi, Lina Saputri, 19. Pagi itu Lina masih shock berat dan belum bisa diajak komunikasi. Sebelumnya Lina sempat terseret arus Sungai Kedungbulus itu sejauh 15-20 meter dari lokasi Jembatan Kedungbulus yang dilewatinya.
BACA JUGA: 15 Kalurahan di Jogja Zona Merah Covid
“Lina baru sebulan bekerja di pabrik boneka. Biasanya pulang pukul 14.00 WIB. Minggu (14/2/2021) lalu itu hujan saat pulang sehingga sempat berteduh. Setelah reda kemudian pulang. Nah, saat pulang itu melewati Jembatan Kedungbulus. Saat itu ada warga yang melewati jembatan di depannya dan Lina mengikuti dari belakang,” ujar Samidi, ayah Lina, saat berbincang dengan JIBI di rumahnya, Senin siang.
Samidi melanjutkan saat melewati jembatan itulah tiba-tiba gelombang air besar datang dari arah hulu sungai dan menghantam jembatan. Dia mengatakan motor yang dinaiki Lina ikut terhantam arus air itu hingga akhirnya Lina terjatuh. “Lina terseret arus bersama motornya. Kebetulan ada warga di dekat itu melihat kondisi Lina yang masih terlihat bagian kepalanya. Lina pun langsung diselamatkan warga itu. Akhirnya, selamat diantar pulang ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB [Minggu malam],” kisah Samidi.
Samidi sangat berterima kasih kepada warga yang menolong Lina. Belakangan penyelamat Lina itu diketahui bernama Darwanto yang kebetulan Ketua RW di wilayah Kedungbulus, Krebet, Masaran. Samidi sungguh bersyukur kepada Tuhan karena anak sulungnya masih bisa selamat dari banjir. “Anaknya masih shock. Sejak semalam menangis terus karena trauma saat hanyut itu,” ujarnya.
Sejak Minggu malam belum ditemukan motor yang dinaiki Lina. Pada Senin pagi, pukul 07.00 WIB, para warga bersama sukarelawan SAR Poldes Masaran dan SAR FKAM Sragen mencari motor Lina yang hanyut. “Tadi bendungan di Kedungbulus itu dibuka agar genangan airnya berkurang. Saat air surut itulah terlihat keberadaan motor Lina. Lokasi motor itu hanya sekitar 5 meter dari lokasi kejadian di Jembatan Kedungbulus itu. Motor itu pun dievakuasi dan dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Abu Galang, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Jaga Tangga RW 008, Dukuh/Desa Sepat, Masaran, saat ditemui JIBI, Senin.
BACA JUGA: Covid-19 Membuat Ketimpangan di Indonesia Makin Lebar
Abu Galang mengatakan perwakilan warga Sepat sudah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua RW di Kedungbulus yang sudah menyelamatkan Lina. Abu mengatakan proses penyelamatannya tidak dengan cara berenang tetapi dengan menggunakan tapi tambang. “Jadi saat itu Pak Darwanto yang tinggal di dekat sungai itu mengetahui ada perempuan yang terbawa arus sungai. Pak Darwanto langsung mengambil tali tambang dan melempar ke arah Lina yang berusaha melawan arus. Akhirnya, tali tambang itu berhasil ditangkap Lina. Kemudian tali pun ditarik Pak Darwanto ke tepian,” kata Abu.
Abu tidak bertanya detail tentang bahan tali tambang yang digunakan. Dia mengatakan saat itu ketinggian air lebih dari 1 meter. Dia mengatakan sejak kejadian itu tidak ada warga yang berani lewat jembatan karena kondisi jembatan sudah tertutup arus Sungai Kedungbulus yang bermuara di Sungai Mungkung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Angsuran pertama kredit KDKMP jatuh tempo September 2026. Kemenkeu masih menunggu tagihan Himbara meski anggaran telah disiapkan.
Sumaya meraih perak tunggal putri teqball Asian Games 2026 dan mengukir sejarah setelah beralih dari sepak takraw sekitar dua tahun lalu.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 21 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai 04.20 hingga 20.55 WIB.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Senin 21 September 2026. Kota Jogja berudara kabur dengan suhu 22–34°C dan kelembapan 39–95%.