10 Mantan Kapolri Temui Prabowo di Hambalang, Ini Daftarnya
Presiden Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11/2026), untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu.
Sugiono. /Instagram.
Harianjogja.com, MAJALENGKA—Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga diharapkan menggerakkan perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan program tersebut memberikan multiplier effect atau dampak beruntun bagi berbagai sektor ekonomi. Manfaatnya tidak hanya dirasakan pengusaha UMKM genteng, tetapi juga pengemudi truk, kernet, hingga pekerja yang terlibat dalam proses distribusi.
"Saya kira ini sebuah program yang tidak saja memberikan keuntungan bagi pengusaha UMKM genteng, namun lebih dari itu turunannya kita lihat ada pekerjaan-pekerjaan yang ditimbulkan dari program ini. Supir-supir truk bekerja, kenek-kenek bekerja, kemudian ekonomi menggeliat," ujar Sugiono dalam acara peluncuran 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Majalengka, Jawa Barat, Minggu.
Peluncuran tersebut dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya distribusi 2,4 juta genteng produksi masyarakat setempat ke berbagai wilayah Indonesia.
Gentengisasi Diharapkan Bangkitkan UMKM
Sugiono menjelaskan penggunaan genteng bukan sekadar persoalan material bangunan. Menurut dia, genteng merupakan bagian dari warisan budaya yang telah berkembang secara turun-temurun di Indonesia.
Tradisi penggunaan genteng juga mencerminkan kekayaan budaya masyarakat dalam menjaga lingkungan, keindahan, serta kelestarian alam. Nilai-nilai tersebut, menurut Sugiono, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu.
Presiden Prabowo, lanjut Sugiono, menginginkan penggunaan genteng karena material tersebut berasal dari unsur alam yang ada di sekitar masyarakat. Di sisi lain, program Gentengisasi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi melalui kebangkitan industri genteng, khususnya sektor UMKM.
Industri tersebut diharapkan terus tumbuh, berkembang, menciptakan kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan para pengusaha genteng skala mikro, kecil, dan menengah.
"Tentu saja ini semua adalah sesuatu yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman juga, merupakan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden yakni tumbuhnya lapisan pengusaha-pengusaha baru, tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi baru, dan tumbuhnya lapangan-lapangan kerja baru dalam rangka mencapai apa yang kita sebut dengan transformasi bangsa," kata Sugiono.
Sekolah dan Perguruan Tinggi Diajak Eksplorasi Atap Lokal
Sugiono juga mengingatkan bahwa pengembangan material atap tidak harus terbatas pada genteng. Menurut dia, berbagai daerah di Nusantara memiliki jenis atap tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masing-masing.
Karena itu, pengembangan program tersebut dapat melibatkan lembaga pendidikan, terutama sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi yang memiliki program studi berkaitan dengan pembangunan maupun engineering.
Lembaga pendidikan tersebut dapat mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan material atap berbasis potensi daerah. Upaya ini diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan Indonesia yang lebih indah dan asri.
"Dan saya kira dalam rangka mengembangkan ini, sekolah-sekolah khususnya SMK, universitas-universitas yang memiliki program-program studi yang ada kaitannya dengan pembangunan, ada kaitannya dengan engineering, juga bisa mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan lain di tempat-tempat tersebut dalam rangka mencapai apa yang kita inginkan, mencapai apa yang bisa membuat Indonesia ini menjadi semakin indah dan asri," ujar Sugiono.
Pengiriman 2,4 Juta Genteng Jatiwangi Dimulai
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah dan memperkuat industri genteng lokal.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung penyediaan hunian layak melalui Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Distribusi jutaan genteng dari Jatiwangi ke berbagai wilayah Indonesia diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah menghidupkan kembali industri berbasis potensi lokal dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sebelum acara peluncuran dimulai, Maruarar Sirait dan Sugiono menyempatkan diri makan siang bersama pengemudi truk, kernet, pengrajin genteng, masyarakat, serta pelaku UMKM.
Kegiatan makan bersama tersebut berlangsung dalam suasana gotong royong melalui tradisi liwetan yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11/2026), untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Sebanyak 2,4 juta genteng Jatiwangi disiapkan untuk program perumahan pemerintah. Menperin memastikan kualitas dan standar SNI terjaga.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.