Menag Nasaruddin Dorong Ekoteologi, Pendidikan Agama Harus Cinta Alam
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020)./Antarafoto-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, TULUNGAGUNG - Gara-gara enggan dikarantina, seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 memilih kabur saat didatangi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (5/2/2021).
Ia enggan dikarantina/diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung, bergabung dengan pasien tak bergejala lain.
Kepada petugas yang sempat membujuknya, penderita Covid-19 berinisial ANT itu mengaku tidak mau dipindah dari rumahnya ke asrama Covid-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung dengan alasan ingin menjalani isolasi mandiri.
"Tidak mau, yang bersangkutan merasa diusir dari rumahnya," kata salah satu anggota Komunikasi Publik Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Purnama.
Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Aja Bakal Berimbas ke Jogja
Hingga saat ini, ANT belum diketahui keberadaanya.
Petugas dibantu Babinkamtibmas dan Babinsa sudah berusaha melakukan pencarian terhadap ANT, namun belum menemukan keberadaannya.
Kepada petugas, pihak keluarga ANT berjanji untuk mengisolasinya di rumah.
Sementara anggota keluarga lainnya, seperti anak dan orang tua ANT akan diungsikan ke rumah warga lain.
Hanya istri ANT yang menjadi kontak erat yang rencananya bertahan menemani isolasi mandiri di rumah.
Kendati begitu Satgas tetap akan membujuk lebih dulu untuk diisolasi ke Rusunawa IAIN Tulungagung.
Baca juga: Mulai 6 Januari 2021, Tes dengan GeNose C19 Hanya ada di 2 Stasiun Saja
Sebelumnya ANT sudah dibujuk petugas kesehatan dan perangkat desa untuk menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, karena rumah pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini kecil dan diisi dua keluarga.
ANT bersikeras menolak dan bahkan sempat mengancam petugas dengan senjata linggis. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Jogja Umroh Travel Fair 2026 membukukan transaksi Rp2,1 miliar dengan penjualan lebih dari 800 paket umroh dan 144 paket haji.
DIY Open Karate 2026 di Jogja diikuti 1.700 atlet dari 90 kontingen. Panitia juga menunggu peserta dari negara Asia Tenggara.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 13 tersangka dihadirkan.
Rupiah menguat ke Rp17.900 per dolar AS. Kenaikan harga Pertamax dan suku bunga BI dinilai memberi sentimen positif bagi pasar.
China mengecam keputusan AS memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar perusahaan yang dianggap mendukung militer China.