Amran Sebut Satu Grup Penggilingan Raup Rp2 Triliun per Bulan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan satu grup penggilingan beras meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Kementan menyebut potensi k
Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mereka adalah Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro (AWI); pihak swasta atau orang kepercayaan Bupati, Mohamad Haris (GHA); pihak swasta atau ayah DIS, Lilik Budi Suprianto (LBS); staf administrasi KPK Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), Kamis (30/7/2026)./Dok. Humas KPK.\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang berkaitan dengan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Salah satu tersangka merupakan staf administrasi KPK, Setya Budi Dias Oktavianto.
Keempat tersangka telah ditahan per Kamis (30/7/2026) setelah menjalani pemeriksaan intensif. Kasus tersebut merupakan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diumumkan KPK pada Rabu (29/7/2026) dan kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara tersebut terbagi dalam dua klaster penyidikan.
"Bahwa atas perkara tersebut tadi malam telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa atas perkara ini naik ke tahap penyidikan untuk dua klaster perkara," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Klaster pertama terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang kepada jajaran di bawahnya dan juga para pihak swasta. Sementara klaster kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh oknum KPK kepada Bupati Pemalang.
"Atas dua klaster penyidikan tersebut berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah, penyidik kemudian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka," jelas Budi.
Selain Anom Widiyantoro (AWI) dan Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), KPK juga menetapkan Mohamad Haris (GHA) selaku pihak swasta atau orang kepercayaan Bupati serta Lilik Budi Suprianto (LBS) selaku pihak swasta atau ayah DIS sebagai tersangka.
Budi memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel meskipun melibatkan pegawai KPK.
"Hal ini sebagai wujud komitmen KPK untuk memastikan tegaknya tiang integritas baik pada kelembagaan KPK ataupun pada setiap insan Komisi Pemberantasan Korupsi," ujarnya.
Meski demikian, KPK belum memaparkan konstruksi perkara secara lengkap dan akan menyampaikannya dalam konferensi pers yang direncanakan berlangsung pada hari ini.
Sebelumnya, KPK mengungkap dugaan perkara yang menyeret Anom Widiyantoro berkaitan dengan penerimaan dari proyek yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Pemalang hingga dugaan praktik jual beli jabatan.
"Adapun kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan oleh tim KPK ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan proyek," ucap Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).
Selain dugaan penerimaan dari proyek, KPK juga menemukan indikasi adanya praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Dalam rangkaian penyelidikan tertutup tersebut, KPK menyita uang lebih dari Rp2 miliar dan mengamankan 21 orang di sejumlah lokasi. Sebanyak lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang di Purworejo.
"Untuk 5 orang yang diamankan di Jakarta, saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, salah satunya adalah Bupati Pemalang," jelas Budi.
Dari 15 orang yang diamankan di Pemalang, enam orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Sementara satu orang yang diamankan di Purworejo juga turut menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, KPK telah menyegel sejumlah lokasi di Kabupaten Pemalang sebagai bagian dari kebutuhan proses penyelidikan. Penyegelan tersebut akan menjadi titik awal penggeledahan apabila perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.
"Dalam peristiwa tangkap tangan ini, benar, tim juga sudah menyegel beberapa lokasi di Pemalang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan satu grup penggilingan beras meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Kementan menyebut potensi k
Kejagung memeriksa Tan Kian dan Ferry 'Boboho' sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Presiden Prabowo meminta KAI mengutamakan pelayanan publik dan tetap melayani kota-kota kecil di tengah modernisasi transportasi kereta api.
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Presiden Prabowo menargetkan persoalan sampah di seluruh Indonesia tuntas dalam satu tahun guna memperkuat daya saing sektor pariwisata.
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.