Defisit APBN Melebar pada 2025 karena Bunga Utang yang Dibayarkan Meningkat
Pemerintah menetapkan defisit APBN tahun anggaran 2025 atau pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto melonjak ke kisaran 2,45%-2,82%.
Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler ketika bertemu dengan Menko Maritim dan Investasi Luhur B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (23/10/2020)
Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah penolakan Omnibus Law Cipta Kerja dari berbagai kalangan di Indonesia, undang-undang yang baru disahkan awal Oktober ini justru mendapat apresiasi dari United States International Development Finance Corporation (IDFC).
Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler mengatakan selama ini yang menjadi penghambat investasi di Indonesia adalah iklim bisnis yang dinilai sulit dan tidak ramah terhadap investor.
Dia mengutarakan, padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, namun hal ini tidak sejalan dengan realisasi investasinya.
Menurutnya, berlakunya Omnibus Law Cipta Kerja merupakan satu langkah besar yang akan bisa memacu arus investasi asing ke depannya.
"Kami sudah menunggu dan kami bersemangat karena omnibus law ini probisnis, menurut saya waktunya tepat," katanya dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Sabtu (24/10/2020).
Pada Kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyampaikan optimismenya terhadap Omnibus Law Cipta kerja yang nilai akan menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, khususnta terkait dengan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja.
Rosan mengatakan, kendala yang dialami Indonesia paling sulit saat ini adalah penciptaan lapangan kerja, karena lebih dari 50% pekerja di Indonesia bekerja di sektor informal.
"Karena itu, investasi menjadi sangat penting bagi Indonesia karena pertumbuhan ekonomi saat ini bergantung pada sisi investasi yang memiliki porsi sekitar 32 persen [dari PDB], sementara lebih dari 50 persen [PDB] bergantung pada konsumsi domestik," jelasnya.
Adapun, pada jumat (23/10/2020), Adam juga melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, membahas mengenai peluang investasi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.
Adapun, IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah menetapkan defisit APBN tahun anggaran 2025 atau pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto melonjak ke kisaran 2,45%-2,82%.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.