Indonesia Bidik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekosistem AI di Kawasan
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan AI di kawasan melalui roadmap nasional, penguatan talenta, dan infrastruktur digital.
Ilustrasi Mie
Harianjogja.com, JAKARTA - Mie mungkin menjadi makanan favorit masyarakat Asia. Tapi Anda perlu hati-hati, sebab ada mie yang berisiko akan kematian.
Seperti yang terjadi pada sebuah keluarga di China. Sembilan orang di keluarga tersebut meninggal pasca mengonsumsi mi yang terbuat dari tepung jagung dan difermentasikan.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, keluarga yang tinggal di provinsi timur laut Heilongjiang makan mie jagung buatan sendiri untuk sarapan pada 5 Oktober 2020. Mie yang terbuat dari tepung jagung yang difermentasi merupakan hidangan yang umum di daerah ini.
BACA JUGA : Misteri Penyebab Keracunan Ratusan Buruh Garmen di Sleman
Tetapi beberapa jam setelah makan, mereka yang mengonsumsi mie jatuh sakit.
Delapan dari mereka telah dipastikan meninggal pada 11 Oktober, dan anggota kesembilan dirawat di rumah sakit tetapi akhirnya meninggal pada Senin lalu.
Setelah ditelisik, penyebab kematian mereka adalah keracunan asam bongkrek, racun pernapasan yang terdeteksi di mie, yang telah dibekukan selama beberapa bulan.
Gao Fei, direktur keamanan pangan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Heilongjiang, mengatakan zat beracun itu seringkali bisa berakibat fatal.
BACA JUGA : Ratusan Buruh Pabrik di Sleman Keracunan, Dinkes Bakal
“Ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada banyak organ manusia termasuk hati, ginjal, jantung, dan otak,” kata Gao seperti dilansir dari Fox News, Jumat (23/10/2020).
Saat ini katanya belum ada obat penawar khusus. "Setelah diracuni, tingkat kematian bisa mencapai 40 hingga 100 persen," tegasnya.
Komisi Kesehatan Nasional mengeluarkan peringatan pada Selasa kemarin untuk menghindari membuat dan makan makanan dengan beras dan tepung yang difermentasi.
"Menggunakan bahan makanan segar dan murni serta sering mengganti air saat membuat makanan dapat mengurangi risiko kontaminasi, tetapi yang terbaik adalah menghindari membuat dan menelan makanan yang terbuat dari biji-bijian yang difermentasi sepenuhnya demi keamanan," kata lembaga kesehatan nasional China itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan AI di kawasan melalui roadmap nasional, penguatan talenta, dan infrastruktur digital.
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.