Kemenaker Naikkan Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta
Rekrutmen Tenaga Kerja - Ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meningkatkan target peserta Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 orang pada 2026. Jumlah tersebut naik 50 persen dibandingkan kuota angkatan pertama yang menargetkan 100.000 peserta.
Penambahan kuota dilakukan untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Yang mana untuk periode 2026 ini kita akan mentargetkan lebih kurang 150.000 orang,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Senin (6/7/2026).
Program Digelar dalam Tiga Gelombang
Saat ini, Kemenaker tengah melakukan pendataan perusahaan serta kementerian dan lembaga yang akan menjadi penyelenggara Program Magang Nasional Angkatan II.
Program tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga gelombang dengan target pelaksanaan yang lebih merata di berbagai daerah.
BACA JUGA
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas bidang pemagangan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pelaksanaannya.
Lulusan Profesi dan Penyandang Disabilitas Dapat Kesempatan Lebih Luas
Jika pada angkatan pertama program lebih difokuskan bagi lulusan perguruan tinggi, pada pelaksanaan tahun 2026 pemerintah memperluas sasaran peserta.
Kemenaker membuka kesempatan bagi lulusan profesi serta memperluas akses bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti program tersebut.
“Jadi kalau kemarin itu sebenarnya kita sudah ada rekrut untuk disabilitas, tapi kurang ter-exposed,” sebut Afriansyah.
Peserta Akan Mendapat Sertifikasi Kompetensi
Pemerintah juga memastikan seluruh peserta diarahkan memperoleh sertifikasi kompetensi agar pengalaman magang tidak hanya menjadi bekal praktik kerja, tetapi juga diakui secara formal untuk meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, Kemenaker akan memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi program, mulai dari proses pelaksanaan hingga penilaian terhadap penyelenggara dan mentor magang.
Angkatan Pertama Diikuti Lebih dari 102.000 Peserta
Afriansyah menjelaskan Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah menekan angka pengangguran, terutama di kalangan lulusan pendidikan tinggi, sekaligus mengatasi persoalan skill mismatch antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan angkatan pertama, program tersebut diminati sekitar 370.000 pendaftar.
Dari jumlah tersebut, sekitar 102.600 peserta mengikuti program magang di 11.772 perusahaan serta instansi pemerintah maupun swasta.
Sekitar 30 Persen Peserta Langsung Ditawari Bekerja
Hasil evaluasi Kemenaker menunjukkan sekitar 30 persen peserta memperoleh tawaran bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang setelah program selesai.
Sementara sekitar 34 persen masih menjalani proses rekrutmen, sedangkan 36 persen lainnya belum menerima tawaran pekerjaan.
“Yang belum ada ditawari itu atau tidak ditawari itu sekitar 36%. Jadi 7,64% itu mereka akan bekerja magang di tempat perusahaan yang mereka magang tadi,” jelas Afriansyah.
Kemenaker juga mencatat mayoritas peserta maupun penyelenggara memberikan penilaian positif terhadap program tersebut.
Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan uang saku setara upah minimum sesuai wilayah, jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor dari perusahaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Share