Kasus Suap Rejang Lebong Merembet ke Bengkulu, KPK Sita Rp4 Miliar
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA - Pada Selasa (31/3/2020) malam, seorang perawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta dilaporkan meninggal dunia di ruang isolasi rumah sakit setempat.
"Perawat berinisial S, 49, meninggal dunia tanggal 31 Maret 2020 pukul 20.20 WIB," ujar Ketua Persatuan Perawat Indonesia Harif Fadhillah melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Rabu (1/4/2020).
Pria yang tercatat sebagai warga Pondoklabu, Cilandak, Jakarta Selatan itu diketahui bertugas sebagai perawat pada bagian tim medis bedah RSPAD Gatot Subroto. Namun Harif belum dapat memastikan diagnosa tim medis atas meninggalnya S.
"Ya betul mas, meninggal tapi hasil laboratoriumnya belum tahu. Belum dapat informasi yang valid, hanya dapat info almarhum dirawat di ruang isolasi RSPAD Gatot Subroto," katanya.
S juga dipastikan terdaftar sebagai anggota melalui kantor cabang PPNI RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Jasad S dimakamkan pada Rabu pagi oleh tim medis dari Rumah Sakit Cengkareng.
Sementara itu, pejabat Humas RSPAD belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler maupun aplikasi pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.