Nadhif Basalamah Ungkap Pelecehan Daring di Media Sosial
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.
Ilustrasi peti mati batu - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Staf kuil Buddha di pinggiran Bangkok, Thailand dibuat panik ketika mendengar ketukan dari dalam peti jenazah seorang wanita berusia 65 tahun yang sudah disiapkan untuk dikremasi.
Dilansir dari Associated Press, Manajer Umum Kuil Wat Rat Prakhong Tham, Pairat Soodthoop, menceritakan bahwa ia segera meminta peti jenazah dibuka setelah mendengar suara tersebut. Ia melihat wanita yang akan dikremasi, yang berusia 65 tahun, "membuka matanya sedikit dan mengetuk sisi peti jenazah." Soodthoop menduga wanita itu telah mengetuk cukup lama sebelum terdengar oleh staf.
Saudara laki-laki perempuan itu menjelaskan bahwa ia menerima informasi dari pejabat setempat bahwa saudarinya telah meninggal dunia. Namun, manajer kuil mencatat bahwa pria itu tidak memiliki surat kematian resmi untuk saudarinya. Saat Soodthoop berusaha menjelaskan prosedur untuk mendapatkan surat kematian, staf kuil kembali mendengar ketukan samar dari dalam peti mati, yang memicu kepastian bahwa wanita tersebut masih hidup.
Setelah dipastikan masih hidup, kepala biara kuil segera memerintahkan agar wanita itu dibawa ke rumah sakit terdekat. Seorang dokter kemudian mengonfirmasi bahwa wanita tersebut mengalami hipoglikemia berat—suatu kondisi di mana kadar gula darah mencapai titik kritis. Dokter mengesampingkan kemungkinan bahwa wanita itu mengalami gagal napas atau henti jantung, menurut laporan setempat.
Saudara laki-laki wanita itu mengatakan bahwa saudarinya telah terbaring di tempat tidur selama dua tahun terakhir. Karena kesehatannya terus memburuk, ia tampaknya berhenti bernapas pada Sabtu (22/11/2025), menurut keterangan manajer kuil. Keluarga tersebut telah melakukan perjalanan jauh, hampir 500 km dari Provinsi Phitsanulok, Thailand, untuk melaksanakan upacara kremasi di kuil tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Bocah berusia 4 tahun berhasil dievakuasi setelah terjebak selama empat jam di lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji regrouping 9 SD negeri yang kekurangan murid agar layanan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Lapas Cipinang menegaskan penempatan Razman Nasution di Blok E dilakukan berdasarkan hasil asesmen kesehatan, bukan perlakuan khusus.
Pengamat ekonomi UMY menjelaskan gaji Rp8 juta bukan garis kemiskinan, melainkan batas administratif kategori MBR untuk program perumahan pemerintah.