7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro/JIBI-Bisnis.com-Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional membentuk Konsorsium Virus Corona atau Covid-19 untuk menghasilkan alat deteksi, obat, hingga vaksin yang bisa mengatasi virus ini.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan seluruh tim peneliti Kemristek/BRIN sedang bekerja keras untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespons secara cepat penyakit Covid-19.
“Di antaranya dengan menemukan alat deteksi atau diagnosis, suplemen, obat, dan vaksin untuk pasien Covid-19," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dalam konferensi video dengan awak media di Jakarta, Kamis (26/3/2020).
Nantinya, melalui riset dan inovasi, Konsorsium Covid-19 yang juga disebut Task Force Riset dan Inovasi Teknologi (TFRIC19) ini, akan memberikan dukungan penuh kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
TFRIC19 akan melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan teknologi dengan prioritas jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Bambang menjelaskan, prioritas jangka pendek TFRIC19 melakukan penelitian dan kajian sistematik terhadap berbagai aspek virus corona, termasuk perihal tanaman herbal yang berpotensi mencegah penularan virus ini.
Dia menambahkan konsorsium ini akan fokus pada pengembangan vaksin virus corona dalam waktu kurang lebih 12 bulan.
"Selain itu tentunya dengan terlibat dalam pengujian sampel kita harapkan dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Kita coba untuk mengembangkan vaksin untuk Covid-19," katanya.
Menurutnya, waktu 12 bulan untuk pengembangan vaksin terbilang cukup cepat, namun akan diupayakan berbagai cara jika sekiranya dapat dikembangkan dalam jangka waktu yang lebih pendek.
Kemristek juga membuka kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak lain yang juga ingin atau sedang mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dalam rangka percepatan pengembangan vaksin itu.
"Secepat dan seakurat mungkin kita bisa menciptakan vaksin untuk penanganan COVID-19," ujar Menristek Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.