Jadwal Marwan-Aisyah di Kejuaraan Dunia 2026 Hari Ini
Marwan/Aisyah menghadapi wakil Denmark di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka memilih bermain tanpa beban.
Yasonna H. Laoly./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekelompok masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Aksi yang diberi nama \'Aksi Damai 221 Priok Bersatu\'tersebut sebagai bentuk protes masyarakat yang tersinggung atas ucapan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Polda Metro Jaya menurunkan ratusan personel untuk mengamankandi aksi tersebut. "Sudah kita persiapkan pengamanan sekitar 200 personel di lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Yusri mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jl Rasuna Said, Kuningan, untuk mengantisipasi macet yang ditimbulkan akibat aksi tersebut. Penutupan ruas jalan sangat situasional.
"Rekayasa lalu lintas situasional. Kalau dia tutup jalan semua ya kita tutup," imbuhnya.
Aksi tersebut rencananya bakal digelar di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, siang ini. Aksi tersebut merupakan protes massa atas ucapan Laoly yang menyinggung warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam selebaran yang beredar, massa menuntut Menteri Yasonna Laoly untuk meminta maaf kepada masyarakat Tanjung Priok atas ucapannya bawah \'Tanjung Priok daerah miskin, kumuh dan kriminal\'.
"Mari tunjukkan warga Tanjung Priok bukan kaleng-kaleng yang bisa direndahkan dan dihina," demikian tulisan pada selebaran tersebut.
Massa berkumpul di Pos 9 (Mambo) dan halte bus Plumpang pada pukul 09.00 WIB. Namun hingga berita ini dimuat, massa belum datang ke lokasi.
Hal itu diucapkan Yasonna dalam sambutannya di acara \'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)\' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Saat itu Yasonna sedang memberikan penjelasan bahwa kriminal adalah masalah sosial.
Dia kemudian menyebutkan kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Yasonna lalu mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok, yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal, akan melakukan hal serupa di masa depan.
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas [daerah kumuh], bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Marwan/Aisyah menghadapi wakil Denmark di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka memilih bermain tanpa beban.
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.