Kampung Sade Ludes Terbakar, LHSS Dorong Mitigasi Desa Adat Diperkuat
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Beberapa pengunjuk rasa dan alat peraganya masih tampak di lobi utama Bandara Internasional Hong Kong, Rabu (14/8/2019) siang. Namun sejauh ini situasi bandara terpantau normal. /Antaranews-Hakim Jayli
Harianjogja.com, HONG KONG--Polisi elit Hong Kong mengejar para demonstran radikal ke dalam kereta, memukuli orang-orang yang mengenakan masker dengan pentungan dan menyemprotkan cairan merica ke wajah mereka menyusul demonstrasi yang berakhir rusuh pada Sabtu malam.
Sejumlah demonstran juga ditangkap setelah pertunjukan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Hong Kong.
Tembakan gas air mata dan meriam air yang dilepaskan polisi pada unjuk rasa di Hong Kong pada Sabtu malam dibalas para demonstran yang menguasai jalan dengan lemparan bom molotov dan pembakaran barikade. Bentrokan antara kedua belah pihak kemudian berpindah ke Kowloon.
Rekaman video menunjukkan anggota Pasukan Taktis Khusus, yang dikenal sebagai "raptor", menyerbu masuk ke dalam kereta yang berhenti di Stasiun Prince Edward. Salah satu klip menunjukkan petugas dari regu elit itu memukul dua pria dan dua wanita bermasker yang menangis dan meringkuk di tanah, sementara salah satu petugas lainnya menyemprot mereka dengan cairan merica.
Ketika petugas meninggalkan gerbong tanpa melakukan penangkapan, penumpang lain, beberapa dari mereka bertopeng, terlihat dengan payung mereka terangkat.
Rekaman lain menunjukkan beberapa komuter berdarah karena luka di kepala, dan petugas mengikat tersangka yang telah bergelut di tanah.
Polisi mengatakan mereka memasuki stasiun itu setelah menerima laporan para pengunjuk rasa merusak stasiun dan menyerang orang. Stasiun MTR Mong Kok juga dirusak. Namun, banyak yang mengeluhkan polisi menggunakan kekerasan yang berlebihan.
"Kereta berhenti. Polisi naik dan memukul saya dua kali dengan tongkat," kata seorang pria sebagaimana dilansir South China Morning Post, Minggu (1/9/2019). "Mereka tidak menangkapku. Mereka hanya melampiaskan kemarahan mereka dengan memukulku."
Segera setelah insiden itu, banyak layanan kereta api terhenti ketika MTR mengumumkan penangguhan tiga jalur lagi: Pulau, Pulau Selatan dan Tseung Kwan O, menyusul penutupan jalur Tsuen Wan dan Kwun Tong yang telah diumumkan sebelumnya.
"Saya datang ke concourse dan melihat banyak petugas mengejar seorang demonstran dengan peralatan lengkap. Mereka terus memukulinya dengan tongkat mereka bahkan setelah dia ditundukkan dan ditangkap," kata seorang saksi mata di Stasiun Prince Edward. Dia mengatakan bahwa demonstran itu tidak melawan.
Sebelumnya di hari yang sama, demonstran mengubah jalan-jalan Hong Kong menjadi medan perang, memicu beberapa kebakaran dan melemparkan bom bensin ke polisi anti huru hara yang melawan dengan menembakkan pewarna biru dari meriam air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.