Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Poster anti rasisme warga Papua./dok
Harianjogja.com, JAKARTA- Polisi diminta tak tinggal diam terait ormas yang diduga memaki mahasiswa Papua di Jawa Timur dengan sebutan monyet.
Staf Khusus Presiden Joko Widodo untuk Papua sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua Lenis Kogoya mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Surabaya, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan atau wilayah lain tak membuat sakit hati masyarakat Papua yang sedang merantau.
Hal itu disampaikan Lenis terkait kasus rasial yang diduga dilakukan Ormas reaksioner terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya dengan sebutan monyet.
Menurutnya, setiap ormas harus mengendalikan diri saat menyampaikan aspirasi, namun tidak menghina dan menyebabkan warga Papua sakit hati.
"Ormas-ormas di Jawa atau di Makassar atau di Surabaya atau dimana saja perlu masing masing ormas mengendalikan diri menyampaikan aspirasi di muka umum boleh itu wajib, tapi jangan mengkhianati satu di antara kita dengan yang Lain. Apalagi kata-kata yang binatang lah, suruh pulang lah. Itulah yang kurang baik membuat sakit hati orang Papua," ujar Lenis di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).
Kata Lenis, siapapun ormas yang menganggu masyarakat Papua adalah provokator. Lenis pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memeriksa anggota Ormas yang melakukan aksi rasial terkait pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, beberapa waktu lalu.
"Ormas siapapun yang ganggu berarti itu provokator saya minta harus ditangkap. Yang kejadian kemarin siapapun yang dia melakukan, bahasa apapun dia" kata dia.
"Kapolri harus periksa dong jangan dibiarkan seperti begitu. Harus diperiksa siapa dia. Nah itu yang membuat ke depan tidak terulang lagi," sambungnya.
Lenis menginginkan agar masyarakat Papua dihargai. Sebab masyarakat Papua juga bagian dari bangsa Indonesia. Ia berharap kejadian yang terjadi di Surabaya dan Malang yang menyebabkan kerusuhan di Manokwari tidak terjadi lagi.
"Kami sebagai anak bangsa sama-sama harus jaga. Itu penting bagi masyarakat Indonesia. Pokoknya saya tidak mau dengar lagi kejadian kayak berikut lagi. Ini cukup kejadian ini," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
Hukuman Nadiem Makarim dalam kasus korupsi Chromebook diringankan menjadi 9 tahun. Uang pengganti turun menjadi Rp548,76 miliar.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah hasil Piala AFF sebelumnya belum memuaskan.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar Mitra Gathering dan Pameran Budaya 2026 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana.
Dayton resmi masuk pasar ban Indonesia dengan DT30 dan H/T100 untuk kendaraan penumpang, mengusung keselamatan dan daya tahan.