Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
KSAL Muhammad Ali menjelaskan alasan kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100 yang terinspirasi kejayaan maritim Nusantara. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA— Kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan nama tersebut dipilih karena Kerajaan Sriwijaya memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan maritim Nusantara.
Ali mengatakan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim Indonesia yang telah ada jauh sebelum Majapahit. Karena alasan sejarah kemaritiman tersebut, nama Sriwijaya dinilai sesuai untuk disematkan pada kapal induk pertama TNI.
“Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu,” kata Ali setelah acara peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
Menurut Ali, pada masanya Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang sangat berjaya dan memiliki pengaruh besar terhadap kekuasaan laut di Nusantara.
Nilai-nilai kejayaan maritim tersebut diharapkan dapat diwujudkan kembali Indonesia melalui kehadiran KRI Sriwijaya-100.
“Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu ya,” kata Ali.
Sriwijaya dan Sejarah Maritim Nusantara
Sebelumnya, narator dalam upacara pemberian nama kapal Republik Indonesia (KRI) yang digelar hari ini juga menjelaskan alasan pemilihan nama Sriwijaya.
Narator menyebut Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya.
“Berpusat di sekitar wilayah Palembang dan berkembang sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi, Sriwijaya tumbuh sebagai kekuatan politik, perdagangan, dan keagamaan yang memiliki pengaruh luas,” jelas narator.
Letak Sriwijaya yang strategis memungkinkan kerajaan tersebut menguasai sejumlah jalur perdagangan penting, khususnya di kawasan Selat Malaka.
Jaringan kekuasaan Sriwijaya kemudian menjangkau berbagai wilayah di Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara lainnya.
Kejayaan Sriwijaya selanjutnya menempatkan kerajaan tersebut sebagai salah satu simbol penting dalam historiografi maritim Indonesia.
“Penguasaannya terhadap jalur perdagangan laut dan kemampuannya membangun jaringan hubungan antardaerah, menunjukkan peran besar Sriwijaya dalam membentuk konektivitas wilayah Kepulauan Nusantara pada masa lampau,” jelas narator.
Nama Sriwijaya Jadi Simbol Maritim Indonesia
Setelah Indonesia merdeka, sejarah Sriwijaya semakin sering dihadirkan dalam narasi pembangunan identitas nasional.
Narator mengatakan Sriwijaya menjadi salah satu landasan historis bagi gagasan Indonesia sebagai negara kepulauan dan konsep Wawasan Nusantara.
“Oleh karena itu, nama Sriwijaya tidak hanya mempresentasikan kejayaan sebuah kerajaan masa lampau, tetapi juga menjadi simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, dan orientasi Indonesia sebagai bangsa kepulauan,” tutup narator.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.