Concourse Bawah Tanah Bundaran HI Dibangun, Telan Rp200 Miliar
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
KRL Jogja - Solo berhenti di Stasiun Solo Balapan./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA— Komisi VI DPR mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat pengadaan kereta rel listrik (KRL) melalui impor, termasuk rangkaian kereta bukan baru alias bekas. Langkah tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan angkutan KRL, khususnya di wilayah Jabodetabek, sementara kapasitas produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA masih terbatas.
Berdasarkan paparan KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek diproyeksikan mencapai 480 juta orang pada 2031. Angka tersebut meningkat 30,08% dibandingkan proyeksi 2026 yang sebanyak 369 juta orang.
Dengan mempertimbangkan kapasitas produksi INKA serta kebutuhan layanan angkutan umum yang semakin mendesak, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade tidak menutup opsi bagi KAI untuk melakukan impor KRL.
“Sudah jelas kan INKA-nya yang produksi hanya dua, padahal janjinya delapan, seharusnya itu kan ditinjau ulang. Dilaporkan ke Kementerian BUMN gitu. Bahwa kalau ini terjadi, enggak mungkin kita menunggu INKA ini produksi. Harusnya kita impor,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, dikutip pada Kamis (24/9/2026).
Produksi INKA Belum Sesuai Target
Opsi impor tersebut mengacu pada kondisi produksi KRL dalam negeri yang belum memenuhi kebutuhan KAI. Sebelumnya, pada 2023, DPR dan pemerintah juga memutuskan impor kereta dari CRRC Sifang Co., Ltd.
Sebanyak 11 trainset dengan 12 gerbong dari Cina tersebut seluruhnya telah beroperasi sejak tahun lalu.
Sementara itu, dari pesanan 16 trainset kepada INKA, hingga saat ini baru tujuh trainset yang rampung. Dua trainset lainnya masuk masa uji coba, sedangkan tujuh trainset masih dalam proses.
Karena itu, Komisi VI DPR meminta KAI memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan tetap meningkatkan industri lokal dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi serta berkelanjutan.
Komisi VI juga meminta pengadaan sarana bukan baru digunakan sebagai solusi transisi. Pada saat yang sama, sinergi dengan INKA tetap diperkuat melalui peningkatan TRL (technology readiness level) dan MRL (manufacturing readiness level) INKA secara proper hingga level 9, baik dari sisi kapasitas, kualitas, teknologi maupun daya saing industri nasional.
KAI Akui Produksi KRL INKA Terlambat
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa pemesanan kereta dari INKA memang mengalami keterlambatan.
Dari target produksi delapan unit trainset per tahun yang dijanjikan INKA, menurut Bobby, realisasinya hanya dua hingga tiga trainset per tahun.
“Masalah kapasitas produksi. Jadi PT INKA untuk 16 unit ini memproyeksikan kapasitas produksinya mereka itu delapan unit per tahunnya. Kenyataannya hanya dua-tiga unit yang bisa mereka produksi 1 tahunnya. Dan kemarin kami terpaksa menarik tujuh unit trainset di INKA,” tutur Bobby.
Bobby juga mengungkapkan persoalan pada tujuh KRL INKA berkaitan dengan kesiapan teknologi produksi INKA yang belum dapat menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan KRL Jabodetabek.
Menurut dia, TRL produk KRL INKA iE305 seri CLI 225 masih berada di level 4 dan 5. Sementara itu, KRL Jabodetabek dengan trafik perjalanan dan jumlah penumpang yang cukup tinggi membutuhkan TRL yang lebih tinggi.
“Jadi mungkin waktu itu agak terburu-buru gitu ya, sehingga TRL-nya masih level 4 level 5, itu sudah dipaksakan untuk melakukan produksi,” lanjut Bobby.
Ke depan, KAI telah berkoordinasi dengan INKA untuk menggunakan TRL paling tidak di level 9 dalam produksi kereta berikutnya. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan opsi pengadaan rangkaian bukan baru untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Extended concourse bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI dibangun dengan biaya Rp200 miliar dan ditargetkan rampung Mei 2027.
Pieter Huistra merespons desakan suporter agar hengkang dari PSS Sleman jika kembali kalah saat menghadapi PSM Makassar.
APK calon lurah PAW ditemukan di sejumlah titik Sleman. Satpol PP menyebut pengawasannya tidak mencakup pelaksanaan Pilur PAW.
Basuki Hadimuljono mengungkap progres IKN, investasi swasta, kesiapan infrastruktur, tol, hingga rencana bandara komersial.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
DPRD Sleman berjanji melaporkan tindak lanjut persoalan MBG dalam sepekan, termasuk kasus keracunan dan evaluasi SPPG.