Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Joko Widodo/Antara-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA - Disinggung soal emosinya yang menjadi saat mendatangi kantor petinggi PLN pada Senin (5/8/2019) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ogah berkomentar banyak kepada awak media.
Kedatangan presiden saat itu menyusul adanya pemadaman listrik massal yang terjadi di Jakarta, Banten, dan sebagian daerah di Jawa Barat.
Bukannya menjawab pertanyaan, Jokowi justru meminta awak media untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada petinggi PLN.
"Tanya PLN," kata Jokowi sambil melempar senyum ketika ditemui wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).
Pun ketika ditanya kembali para pewarta apakah ada penggantian Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) yang kini dijabat Sripeni Inten Cahyani, Jokowi kembali meminta awak media menanyakannya kepada pihak PLN.
"Tanya PLN," kata Jokowi singkat.
Diketahui, Presiden Jokowi emosi karena mati listrik massal yang terjadi pada Minggu (4/8/2019). Kemarahan Jokowi disampaikan ke petinggi PLN di kantor PLN Jakarta.
Nada bicara dan raut wajah emosi terlihat saat Jokowi mendengarkan paparan dari petinggi PLN. Karena terlalu panjang, Jokowi pun meminta penjelasan yang sederhana.
"Bapak, Ibu, semuanya kan orang pintar-pintar apalagi urusan listrik. Sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian? Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop?" kata Jokowi di Kantor PLN Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.
Jokowi mengatakan mati lampu massal sangat merugikan konsumen. Selain itu merusak reputasi PLN.
Dia mengatakan mengatakan pemadaman listrik massa yang terjadi di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain di Pulau Jawa selama lebih dari 8 jam, Minggu (4/8/2019) tidak hanya merusak reputasi PT PLN (Persero). Selain itu membahayakan transportasi umum.
"Saya tahu itu tidak hanya bisa merusak reputasi PLN tetapi juga banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan, pelayanan transpotasi umum MRT misalnya sangat berbahaya sekali," ujar Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan