Pemkot Jogja: Koperasi Merah Putih Butuh Pengurus Kompeten
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih didukung pengurus kompeten. Dari 45 koperasi, 30 sudah beroperasi.
Ilustrasi ibadah haji dan umrah./JIBI
Harianjogja.com, MEKKAH - Jemaah haji yang tengah berada di Kakbah bisa membayangan Kakbah hilang sesaat menjelang salat dzuhur di Masjidil Haram, Kota Mekkah, Senin (15/7/2019).
Hilangnya Kakbah ini menjadi menjadi bukti terjadinya fenomena astronomi matahari berada persis di atas Kakbah.
Berdasarkan pantauan di Masjidil Haram, Mekkah, Senin, beberapa menit bayangan jamaah yang menunggu shalat dzuhur di pelataran Kakbah tegak lurus, dan tidak tampak akibat fenomena tersebut.
BMKG sebelumnya merilis bahwa pada 15 dan 16 Juli merupakan saat matahari tepat di atas Kakbah yakni pada pukul 12.26 waktu Arab Saudi atau 16.26 WIB.
Melalui fenomena itu, bayangan Kakbah tidak muncul karena matahari yang tegak lurus tersebut.
Sayangnya, membuktikan hilangnya bayangan Kakbah langsung di tempatnya tidak semudah yang dibayangkan. Sebab saat-saat itu, jamaah melakukan tawaf tanpa henti seperti biasanya, sehingga sulit untuk memantau langsung bayangan Kakbah. Apalagi putaran manusia yang sedang menjalankan tawaf cukup padat.
Cara untuk membuktikan adalah menaruh objek benda seperti botol minum, tidak jauh dari Kakbah. Maka saat matahari persis di atas Kakbah, botol tadi tidak memiliki bayangan.
Fenomena matahari Kakbah persis di atas Kakbah selain langka, juga bisa dijadikan acuan memperbaiki posisi arah kiblat. Termasuk arah kiblat masjid dan mushala di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Agus Salim menjelaskan fenomena matahari melintas persis di atas Kakbah juga terjadi dua hari. "Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka\'bah," katanya.
Agus mengatakan peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A\'dham atau Rashdul Qiblah yaitu waktu matahari di atas Ka\'bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Momentum ini, kata Agus, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya dengan menyesuaikan arah kiblat ke arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengecekan arah kiblat yakni pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan bandul. Kedua permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata. Dan yang ketiga jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.
Saat terjadi fenomena tersebut cuaca di Masjidil Haram tidak seterik biasanya. Saat itu terpantau suhunya di 41 derajat Celcius.
Catatan suhu yang lumayan terik terjadi Jumat (12/7). Siang hari setelah shalat Jumat, cuaca hampir mencapai 50 derajat Celcius.
Di Masjidil Haram, terpantau sudah mulai banyak jamaah asal Indonesia yang menunaikan ibadah. Namun ada sebagian jamaah yang memilih istirahat di hotel karena selain cuaca panas mereka baru saja tiba dari Madinah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih didukung pengurus kompeten. Dari 45 koperasi, 30 sudah beroperasi.
Polri menetapkan 89 tersangka kasus karhutla dari 189 laporan polisi. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan korporasi.
Empat mobil pick up untuk usaha 2026, dari Gran Max hingga Isuzu Traga. Simak harga, spesifikasi, kapasitas bak, dan kegunaannya.
Pieter Huistra masih mencari pemain lokal untuk PSS Sleman. Ia menginginkan pemain versatile yang bisa mengisi beberapa posisi.
Timnas voli putri Indonesia kalah 1-3 dari Iran pada perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi gagal melaju ke semifinal.
China memberlakukan aturan baru keluar-masuk negara mulai 15 September. Simak ketentuan dokumen, larangan masuk hingga klarifikasi pemeriksaan ponsel.