Korban KM Virgo Bagus Mahendra Dimakamkan di Klaten
Bagus Mahendra, korban KM Virgo asal Klaten, akan dimakamkan di Lumbungkerep setelah jenazahnya ditemukan dan identitasnya dipastikan.
Ilustrasi jalur Tol Trans Jawa, Minggu (2/6/2019)./Antara-Harviyan Perdana Putra
Harianjogja.com, KLATEN – Penetapan lokasi Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen diharapkan selesai Oktober tahun ini agar proyek tersebut bisa dimulai tahun depan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen, Wijayanto, mengatakan trase jalan tol sudah final setelah ada penetapan lokasi (penlok). Soal kemungkinan trase berubah terkait usulan perubahan rute yang berdekatan dengan umbul di Klaten, Wijayanto mengatakan kemungkinan tersebut tergantung dari aturan yang tidak membolehkan.
“Yang jelas ada beberapa hal yang perlu kami tampung dulu dan keputusan akhir ada di Kementerian PUPR,” kata dia, Senin (15/7/2019)
Wijayanto menjelaskan tahapan proyek jalan tol Solo-Jogja sudah dimulai. Dokumen perencanaan proyek tersebut sudah disampaikan ke gubernur serta bupati. “Tinggal menunggu kapan diundang untuk ekspose dengan gubernur dan kami mengajukan permohonan untuk penlok,” ujar dia.
Wijayanto mengatakan konsorsium pelaksana proyek tol Jogja-Solo berharap penlok bisa rampung pada Oktober mendatang. “Sehingga tahun depan [2020] harapannya sudah berlari untuk pengadaan,” ucap dia.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) masih menunggu desain proyek Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR). Pemprov Jateng menyatakan rute dua tol tersebut masih bisa berubah.
“Yang penting persetujuan prinsip sudah oke. Tinggal mencari penlok [penetapan lokasi] dengan desain yang sudah disiapkan. Saya sudah laporkan langsung ke presiden dan bicara dengan menteri. Ada dua yang akan dikerjakan yakni Bawen-Jogja dan Solo-Jogja,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ditemui wartawan di Lapangan Marangan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kamis (11/7/2019).
Desain jalan tol saat ini masih digarap Kemen PUPR. Setelah desain rampung, Pemprov Jateng segera menyelesaikan penlok. Keberadaan jalan tol diharapkan menghidupkan kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) terutama ekonomi kreatif serta pariwisata.
“Ini yang kemarin kami mohonkan ke Pusat untuk membantu pengembangan Jateng khususnya wilayah Borobudur raya,” kata dia.
Ganjar mengatakan perubahan rute masih memungkinkan berubah sebelum ada penlok. Menurut dia, potensi penolakan warga yang terdampak jalan tol menjadi hal wajar. Dia menjelaskan perlu sosialisasi ke masyraakat agar tak ada pemaksaan untuk memuluskan rencana proyek jalan tol.
“Dan masyarakat mengerti akan kepentingan umum yang lebih banyak. Secara individu boleh menolak. Tetapi kalau kepentingan umum lebih banyak harus mengalah dengan cara apa? Kalau ngalah tok ya tidak boleh. Maka ada ganti. Gantinya apa? Dulu namanya ganti rugi mungkin sekarang namanya ganti untung. Tetapi harus ada tim appraisal independen yang bisa memberikan kisaran penggantian,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bagus Mahendra, korban KM Virgo asal Klaten, akan dimakamkan di Lumbungkerep setelah jenazahnya ditemukan dan identitasnya dipastikan.
Honda Bikers Day 2026 menyapa tiga pulau, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sebelum puncak acara di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 2026.
Jadwal bola 23-24 Oktober 2026 menghadirkan Persipura, Al Nassr, Al Hilal, serta laga Eropa. Cek jam kick-off dan informasi siaran.
Kepedulian anak muda terhadap lingkungan dan masyarakat dapat menjadi awal lahirnya karya inovatif yang bermanfaat bagi masa depan Indonesia.
Pembangunan RTH Abu Bakar Ali di Jogja telah melampaui 40% dan ditargetkan rampung pada 22 Desember 2026.
Arema FC mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos setelah lima laga tanpa kemenangan. Andre Caldas ditunjuk sebagai pelatih interim.