Penerbangan Jember-Surabaya Dibuka Lagi, Dorong Ekonomi Tapal Kuda
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Virus hepatitis/Ist-webMD
Harianjogja.com, JAKARTA--Beberapa waktu lalu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilanda wabah Hepatitis A. Tentunya hal ini membuat masyarakat menjadi khawatir dan takut terserang penyakit yang satu ini.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan penyakit Hepatitis A bisa sembuh bila dikelola dengan baik. Menurutnya penderita Hepatitis A, dapat sembuh dengan sempurna apabila dapat mengelola pola hidup dengan baik seperti mengatur makan dan waktu istirahat yang cukup.
“Penderita Hepatitis A bisa sembuh dengan istirahat cukup dan mengonsumsi makanan yang dikurangi lemaknya. Makanan berlemak akan memperberat fungsi hati. Selain itu meningkatkan daya tahan tubuh dengan vitamin dan menurunkan deman dengan obat pereda demam,” ucapnya dikutip Okezone.com.
Sebagaimana diketahui, data terbaru kasus Hepatitis A di Pacitan, sebanyak 1.110 kasus. Penyebab utamanya adalah virus yang ditularkan melalui berbagai media. Salah satunya adalah air bersih dan pengelolaan makanan yang salah.
“Kami melihat ada persoalan dengan sumber air bersih di sana, juga dengan kebiasaan masyarakat dalam mengolah makanan. Kemudian ada juga kebiasaan masyarakat mengonsumsi makan tertentu saat bulan puasa yaitu cincau yang diolah dengan air tidak bersih,” katanya.
Upaya yang dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan dilakukan dengan adanya posko kesehatan yang siap membantu para pasien hepatitis A. Selain itu, ada pula kasus hepatitis di Trenggalek yang kejadiannya lebih dahulu daripada di Pacitan dan telah tertangani.
Sampai sekarang jumlah kasus hepatitis A di Trenggalek sebanyak 134 kasus. Dirjen Anung mengimbau kepada masyarakat khususnya orangtua dan guru untuk memastikan anak-anak jangan jajan sembarangan.
Dirjen Anung juga meminta kepada pendatang dari luar Pacitan dan Trenggalek yang akan berkunjung ke dua daerah tersebut supaya menyiapkan tubuh dalam kondisi fit. Hal ini bertujuan agar seseorang tidak gampang terserang penyakit. “Siapa pun boleh berkunjung ke sana [Pacitan dan Trenggalek] hanya untuk dipastikan kondisi tubuh harus fit. Penularan hepatitis A melalui kotoran dan makanan. Kalau mengonsumsi makan harus dipastikan makan bersih dan sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati daging kurban saat Iduladha dengan pola makan sehat, porsi terkontrol, dan cara memasak yang tepat.
Operasi lintas negara bongkar penipuan digital Rp13 triliun dengan berbagai modus aplikasi palsu dan investasi fiktif.
Cal Crutchlow comeback di MotoGP Italia 2026 gantikan Zarco cedera, LCR Honda hadapi krisis jelang Mugello.