Kementerian PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol Trans Jawa

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri dan pejabat lain meninjau Jalan Tol Sragen Ngawi usai meresmikannya di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018). - ANTARA/Agus Salim
07 Desember 2018 09:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bakal memastikan kesiapan Tol Trans Jawa dapat digunakan pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menteri Basuki dalam rilis PUPR, Kamis, mengemukakan bahwa dirinya akan meninjau kesiapan tol Trans Jawa, terutama 4 ruas tol sepanjang 180 km yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2018.

Keempat ruas tol tersebut yakni Tol Pemalang-Batang (33 km), Batang-Semarang (75 km), Salatiga-Solo (33 km) dan Wilangan-Kertosono (39 km).

"Progres pembangunan ruas tol Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo sudah mencapai 99 persen. Sementara itu, ruas Wilangan-Kertosono sudah mencapai 95 persen. Tinggal penyelesaian pekerjaan yang kecil-kecil, seperti 'median concrete barrier'. Minggu depan saya akan ke sana," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BUMN Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra, meyakini bahwa pembangunan ruas jalan tol seperti Trans Jawa dan Trans Sumatra bakal membuat efek ganda yang bisa melipatgandakan aktivitas perekonomian nasional.

"Tol itu akan jalan dan bisa meng-'generate' (membangkitkan) ekonomi di seluruh atau di sekeliling jalan tol," kata I Gusti Ngurah Putra dalam wawancara di Kantor Waskita Karya di Jakarta, Kamis (15/11).

I Gusti Ngurah Putra mencontohkan dengan menggunakan tol Trans Jawa yang kini bisa ditempuh hingga sekitar waktu 10 jam dengan ruas tol yang sudah tembus dari ujung ke ujung, maka barang yang dikirim dari Jawa Timur ke Jakarta atau sebaliknya juga akan tiba dengan keadaan segar.

Selain itu, ujar dia, pengiriman truk barang yang tadinya hanya satu rit sekarang bisa menjadi dua rit yang berarti juga meningkatkan produktivitas.

Dirut Waskita Karya juga menuturkan mendapat pemahaman dari konsultan yang memberitahukan kepadanya bahwa ruas tol North-South di Malaysia, setelah beroperasi lebih dari 10 tahun, ternyata juga bisa membangkitkan hingga sekitar 30 persen dari PDB negara jiran tersebut.

Menurut dia, dengan pemerintah juga membangun selain jalan tol yaitu perluasan jaringan listrik, air, atau pun pelabuhan yang bisa melakukan ekspor-impor, hal itu juga akan menghasilkan "multiplier effect" atau efek ganda hanya dari membangun beragam infrastruktur itu.

Sebagaimana diwartakan, pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak (Banten) hingga Banyuwangi (Jawa Timur) merupakan salah satu kesuksesan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan janji meningkatkan konektivitas antardaerah.

Sumber : Antara