Curhat Habib Bahar : Biarkan Saya Hancur Binasa asal Indonesia Utuh

Bahar bin Smith. - Ist/ YouTube
05 Desember 2018 19:05 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Habib Bahar bin Smith mengaku siap menjalani kemungkinan terburuk yang menimpanya akibat ucapannya yang menyebut Presiden Jokowi banci serta pernyataan lain yang dinilai rasis.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap mubaligh muda, Habib Muhammad Bahar bin Smith pada Kamis 6 Desember 2018 besok terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam salah satu materi ceramahnya di Tangerang, beberapa waktu lalu.

Terkait pemeriksaan yang akan dijalaninya, pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu mengaku siap jika saja kemungkinan terburuk menimpa dirinya, seandainya ditetapkan sebagai tersangka atau bahkan harus ditahan di balik jeruji besi.

"Kalau saya ditangkap dan dipenjara, maka saya ikhlas dan saya ridho," ujar Habib Bahar, Rabu (5/12/2018).

Namun, pria berusia 33 tahun itu mengimbau kepada para jemaah dan pengikutnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk membuat kerusuhan apalagi sampai menggeruduk kantor polisi sebagai bentuk aksi protes.

"Kepada semua jamaah harus terima dengan lapang dada. Jangan ada yang turun ke jalan, jangan ada yang membuat rusuh, jangan ada yang mengepung kantor polisi," serunya.

Sebab lanjut Bahar, jika terjadi kerusuhan atas penahanan dirinya, maka situasi itu justru akan menjadi celah bagi negara asing untuk merampas kedaulatan dan memecah belah bangsa Indonesia.

"Biarkan saya yang hancur dan binasa, biarkan saya dipenjara asalkan Indonesia ini tetap utuh," tegas Bahar.

Sumber : Okezone.com