TV Muhammadiyah Bantah Karyawannya Tewas karena Investigasi Mobil Esemka

Ilustrasi jenazah. - Antara/Ardiansyah
21 November 2018 18:46 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Direksi TV Muhammadiyah (TVMU) resah dengan kabar yang mengaitkan kematian seorang karyawannya dengan liputan investigasi tentang mobil Esemka.  TVMU lalu merilis 10 butir pernyataan tentang penemuan mayat dalam drum yang belakangan diketahui adalah Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, 43, karyawan lepas sales marketing di media tersebut.  Ini sekaligus mengkoreksi berita sebelumnya yang menyebut Dufi adalah wartawan.

"Banyak sekali saya dikirimi pesan broadcast tentang Dufi yang meliput mobil Esemka, padahal karyawan TVMU termasuk Dufi tidak pernah ditugaskan untuk itu" ujar Maheso, manajer sales saat dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Menurut Maheso, ada beberapa pihak yang sengaja memanfaatkan kematian Dufi secara tidak pantas di tahun politik saat ini. Apakah itu untuk mempromosikan mobil Esemka atau sebaliknya, menjatuhkan lawan politik dari pengusung program mobil Esemka.

Satu pesan broadcast yang diterima mengatakan, "Mendiang Abdullah Fithri Setiawan - rahiimahulloh-adalah karyawan TV Muhammadiyah, yang meliput  tentang mobil Esemka dan kini dia - rahiimahulloh - dibunuh dengan sadisnya."

Maheso menyatakan terkejut melihat pesan itu dan karenanya kebanjiran pertanyaan dari sesama karyawan TVMU maupun pihak lain. "Untuk menepis itu, Direksi TVMU segera mengeluarkan siaran pers," kata Maheso.

Dalam siaran pers yang dkeluarkan TVMU, perrnyataan terkait Mobil Esemka dicantumkan di butir ke-6. Bunyinya, "Selama ini redaksi TVMU tidak pernah menugaskan wartawan TVMU untuk menginvestigasi Mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi."

Pada butir ke-5, TVMU juga menegaskan, "Beliau tidak pernah ditugasi meliput berita, karena tugas dan tanggung jawab almarhum sebagai sales marketing. Jadi, beliau bukan wartawan TVMU."

Sumber : Bisnis.com