Jokowi: Indonesia Butuh Pemimpin yang Tegas tapi Tak Suka Marah-Marah

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) menyapa tamu saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
08 November 2018 05:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Calon Presiden nomor urut 1 Jokowi menegaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tegas tapi bukan yang gemar marah-marah.

”Tegas tapi tak suka marah-marah dan tegas itu tidak sama dengan otoriter, ini beda dan tolong dibedakan," ujar Jokowi, saat memberikan pembekalan kepada Caleg DPR RI dari Partai Hanura di Hotel Discovery, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018).

Lebih lanjut, selain ketegasan, Jokowi juga menilai perlunya sosok pemimpin sebagai pendengar yang mau menerima keluh kesah serta aspirasi masyarakat.

"Negara kita ini membutuhkan pemimpin yang mau mendengar tapi sekaligus tegas, mau mendengar tapi tegas. Mendengar aspirasi rakyat, mendengar suara rakyat, kemudian berani dan tegas dalam membuat kebijakan dan tegas dalam bertindak," jelasnya.

Ia beharap, jiwa pemimpin seperti itu ada dalam diri Caleg Hanura yang akan memperebutkan kursi DPR nanti.

Selain itu, ia berharap 427 caleg Hanura yang sedang diberikan pembekalan, akan menyajikan program dan rencana kerja yang jelas untuk memakmurkan rakyatnya.

"Intinya kita berusaha sekuat tenaga bersama-sama kita membawa Indonesia hijrah, hijrah dari ketertinggalan menuju kemajuan. Hijrah dari ketimpangan menuju kesebuah keadilan ekonomi," tutupnya.

Sumber : Solopos.com