Advertisement
Distribusi Kebutuhan Pokok Pascagempa Dijamin Lancar
Kondisi jalan yang retak di NTB pasca-diguncang gempa, Minggu (19/8/2018). - Twitter/@Sutopo_PN
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Distribusi kebutuhan pokok bagi para pengungsi dan warga yang membutuhkan pascagempa di Nusa Tenggara Barat berjalan dengan relatif lancar. Hal itu dijamin oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.
"Tidak ada problem tentang distribusi. Saya telah bertatap langsung termasuk di daerah-daerah yang sulit, saya melihat kebutuhan pokok tersedia," kata Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (10/9/2018).
Advertisement
Menurut dia, kebutuhan pokok tersebut disediakan baik oleh berbagai lembaga pemerintah untuk memastikan kehadiran negara di sana, juga ada bantuan dari berbagai sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang mengulurkan bantuan di daerah tersebut.
Terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga, ujar dia, pihaknya kali ini sedang menunggu verifikasi seluruhnya dari pihak pemerintah daerah atau setempat dalam rangka mengklasifikasikan kerusakan sebagai berat, sedang, atau ringan.
BACA JUGA
Begitu telah diverifikasi, ia menyebutkan bahwa pemerintah menyiapkan dana langsung untuk dikirim ke tabungan sehingga pihak penerima juga bisa membangun kembali rumahnya dengan struktur yang diharapkan lebih tahan terhadap dampak gempa.
Mensos juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 90 tenaga Layanan Dukungan Psikososial karena dilihat problem trauma juga merupakan salah satu permasalahan yang cukup besar di sana.
Kemensos fokus melakukan rehabilitasi dan perlindungan sosial korban gempa Nusa Tenggara Barat sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2018.
"Masa tanggap darurat sudah berakhir, maka kita memasuki tahap transisi darurat. Tapi bukan berarti peran Kemensos selesai. Saat ini Kemensos fokus pada rehabilitasi sosial dan perlindungan sosialnya," kata Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial, Asep Sasa Purnama mewakili Menteri Sosial dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin (27/8).
Asep menjelaskan, rehabilitasi sosial meliputi Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk korban gempa khususnya bagi kelompok rentan yakni anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu dengan balita, dan penyandang disabilitas.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengoordinasikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat.
"Gempa yang terjadi di NTB pada akhir Juli 2018 telah berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan masyarakat NTB. Pemerintah, baik pusat dan daerah juga telah melaksanakan kegiatan tanggap darurat. Bahkan seluruh komponen bangsa mulai dari BNPB, TNI, Polri dan masyarakat telah memberikan bantuan yang maksimal," kata Puan Maharani di Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Menko PMK memaparkan, Inpres Nomor 5 Tahun 2018 menugaskan kepada empat menteri koordinator, 15 Menteri, Polri, TNI, Kejaksaan, tiga lembaga serta enam pemerintah daerah untuk melaksanakan percepatan rehabilitasi rekonstruksi di NTB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- Pemadaman Listrik Jogja 17 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Cek Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat Ini
- Bahaya Bernapas Lewat Mulut Saat Tidur dan Olahraga
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Jadwal KRL Solo-Jogja 17 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Tenang! Gejala ISPA Bisa Diatasi di Rumah, Ini Syaratnya
Advertisement
Advertisement








