Advertisement
Gempa M5,0 Guncang NTB, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. / Foto dibuat oleh AI StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu pagi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak memiliki karakteristik yang dapat memicu gelombang tsunami.
Advertisement
Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 itu terjadi pada pukul 09.10 WIB dengan pusat gempa berada di laut. Episenter terletak pada koordinat 7,18 lintang selatan dan 117,10 bujur timur, atau sekitar 137 kilometer timur laut wilayah NTB, dengan kedalaman mencapai 485 kilometer.
Termasuk Gempa Dalam
BACA JUGA
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong sebagai gempa dalam (deep focus). Jenis gempa ini umumnya terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng bumi, bukan akibat aktivitas sesar di permukaan.
Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pola pergerakan turun atau normal fault. Karakteristik ini mengindikasikan adanya gaya tarikan pada lempeng bumi di kedalaman, yang berbeda dengan gempa dangkal yang lebih berpotensi merusak.
Getaran gempa dilaporkan terasa hingga wilayah Kabupaten Badung dengan intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 09.30 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock) dari peristiwa tersebut.
Tren Gempa di NTB Sepanjang 2026
Sepanjang tahun 2026, wilayah NTB tercatat masih aktif secara seismik meski sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil hingga menengah.
Data BMKG menunjukkan bahwa dalam periode Januari hingga April 2026, terjadi puluhan aktivitas gempa di sekitar NTB dengan magnitudo bervariasi antara 3,0 hingga 5,5. Mayoritas gempa berpusat di laut dengan kedalaman menengah hingga dalam, sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.
Beberapa gempa yang sempat dirasakan masyarakat umumnya memiliki intensitas rendah, yakni di kisaran II hingga III MMI. Artinya, getaran hanya dirasakan di dalam rumah tanpa menyebabkan kerusakan.
Aktivitas ini berkaitan dengan posisi NTB yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif, yakni Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut membuat wilayah ini kerap mengalami gempa, meski tidak semuanya berpotensi bahaya.
Imbauan Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat juga diingatkan untuk memahami langkah mitigasi sederhana, seperti mengenali jalur evakuasi dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi gempa.
Dengan karakter gempa yang dominan berkedalaman menengah hingga dalam, risiko kerusakan di wilayah NTB relatif lebih kecil. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat aktivitas tektonik di kawasan ini masih cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
- Kemarau Lebih Kering Tahun Ini, Intai Cadangan Air Tanah
Advertisement
Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- 93 Persen Anak Alami Karies, Orang Tua Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement







