Ledakan Gas Tanam Tewaskan 3 Orang, Korban Terakhir Telah Dievakuasi
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, KENDARI—Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kendari pada Senin (13/4/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memastikan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 23.39 Wita dengan magnitudo 2,3. Meski tergolong kecil, getarannya sempat dirasakan oleh warga di beberapa wilayah sekitar.
Episenter dan Karakter Gempa
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada di koordinat 4,12 Lintang Selatan dan 121,61 Bujur Timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 20 kilometer tenggara Kendari, dengan kedalaman hanya lima kilometer.
“Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa ini termasuk jenis gempa tektonik akibat aktivitas sesar Kendari segmen sentral,” jelas Nasrol.
Gempa dangkal seperti ini umumnya lebih mudah dirasakan di permukaan meskipun magnitudonya kecil, terutama jika pusat gempa berada dekat dengan permukiman.
Getaran Terasa di Konawe Selatan
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Intensitas gempa tercatat pada skala II MMI, yang berarti getaran dapat dirasakan di dalam rumah oleh sebagian orang.
Meski demikian, hingga beberapa saat setelah kejadian, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Tidak Ada Gempa Susulan
BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 00.10 Wita, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa energi gempa telah dilepaskan tanpa diikuti aktivitas lanjutan yang signifikan.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Sulawesi Tenggara termasuk kawasan yang memiliki sejumlah sesar aktif.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan warga agar tidak panik dan tetap tenang dalam menyikapi kejadian ini. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Warga diharapkan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, seperti situs web, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial resmi.
“Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan,” tegas Nasrol.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik dapat terjadi sewaktu-waktu, bahkan dengan skala kecil. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.