Advertisement
Gawat! Ketersediaan Air di Jawa Kritis!
Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani Asisten Pembangunan Gamal Sinurat melakukan razia penggunaan air tanah ilegal di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018). - JIBI - Feni Freycinetia Fitriani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Padatnya penduduk di Pulau Jawa menyebabkan krisis air yang semakin parah.
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat mengungkapkan bahwa ketersediaan air di Pulau Jawa sudah dalam tahap kritis. Jawa menanggung beban berat akibat konsentrasi penduduk yang tinggi di pulau tersebut.
Advertisement
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa luas Jawa hanya 6,94% dari total luas wilayah daratan Indonesia. Ketersediaan air di Jawa juga hanya mencapai 4,20% dari total potensi ketersediaan air. Namun, Jawa harus menanggung beban 57,50% penduduk Indonesia yang tinggal di pulau ini.
Menurut Basuki, kondisi ini menyebabkan ketersediaan air per kapita di Jawa hanya 1.200 meter kubik per tahun. Angka ini jauh di bawah kebutuhan ketersediaan minimum sebesar 1.600 m3/kapita/tahun.
BACA JUGA
"Dari segi ketersediaan air, Pulau Jawa sudah dalam kondisi kritis," ujar Basuki dalam Orasi Ilmiah di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, Kamis (23/3/2018).
Dia menegaskan bahwa ketidakseimbangan antara distribusi penduduk dan daya dukung lingkungan menjadi tantangan nyata pembangunan. Oleh karena itu, perencanaan pengembangan harus terpadu dengan pengembangan wilayah.
Kementerian PUPR saat ini telah menetapkan 35 wilayah pengembangan strategis (WPS) yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan Infrastruktur.
Menurut Basuki, setiap WPS memiliki strategi pengembangan untuk memastikan potensi sosial ekonomi dapat dikembangkan secara optimal dan berkesinambungan, termasuk membangun kawasan perbatasan, pulau terluar, dan wilayah tertinggal secara memadai.
Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur di Papua tidak akan memberi manfaat ekonomi dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang pembangunan infrastruktur di luar Jawa dan Sumatra akan membangkitkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Rotary Sediakan Drop Box Botol Plastik di Nol KM untuk Lingkungan
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- 4 Kasus di Gunungkidul Selesai Kekeluargaan, Termasuk Pembuangan Bayi
- Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 25 Februari 2026
- 20 Agenda Menpora Erick, DBON hingga Dana Pensiun Atlet
- Histamin Tak Ikut Puasa: Mengelola Alergi Tanpa Mengganggu Ibadah
- Ini Durasi Tidur Ideal Setelah Olahraga Agar Otot Cepat Pulih
- Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Janin, Ini Penjelasan Dokter
- Menaker Ingatkan Sanksi bagi Perusahaan yang Telat Bayar THR
Advertisement
Advertisement







